This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

CURSOR

Rainbow Playboy Bunny

Kamis, 30 November 2017

Menemani Empat Tante Girang Sange Sekaligus


PelangiQQ - Aku akan menceritakan pengalamanku menjadi seorang gigolo, cerita ini tidak dibuat-buat, cerita ini benar-benar terjadi. Namaku dedi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung. Aku akan menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam.

Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Mira (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa.

Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung. Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP Tante Mira.

“Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya. “Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku. “Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya. “Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku. “Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya. “Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.

Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya. “Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan membawa teman relasinya.

Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu mobil Tante Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh pintu rumah dan jendela. Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk mobil pun bergerak maju menuju tujuan.

Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Meri 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta.

Mereka adalah relasi bisnis Tante Mira dari Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya di kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa. Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku.

Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku. Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik celana.

Dengan inisatifku sendiri, aku membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu. Tante Lisa langsung bicara kepadaku, “Wow.. Ded, kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..” katanya.

“Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya. “Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.

“Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih”, kataku yang langsung disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.

Tante Meri yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tanganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas. “Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?” tanyaku.

Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya.

Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan, “Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang..” Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar. “Tante… Dedi mau keluar nich..” kataku. “Keluarain di mulut Tante aja”, katanya.

Selang beberapa menit, “Crooot.. crooot.. crottt..” air maniku keluar, muncrat di dalam mulut Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku. Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya.

Setelah CD-nya terlepas, aku mulai mencium dan menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah itu. Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan. Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi. BandarQ

Kini Tante Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya, “Blesss.. belssss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya, dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di liang kewanitaannya.

Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya,

“Crooot.. crott.. croottt..” air maniku muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas. Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil. sesampainya di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam. Lalu mobil masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil.

Tante Mira memanggil penjaga villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi. kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira.

Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil.

Batang kemaluanku diserang oleh Tante Meri dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa. Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar biasa.

Kemudian kulihat Tante Meri sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. bleeesss..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Meri, lalu Tante Meri menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan yang hangat dan sudah basah itu.

Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan Tante Mira meremas-remas payudara Tante Meri. Beberapa jam kemudian, Tante Meri sudah orgasme dan Tante Meri terkulai lemas dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku.

Kini giliran Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleesss.. bleesss..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Mira. Sama seperti Tante Meri, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan diputar-putar.

Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga, langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Mira, lalu kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar, dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. .bleeess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa.

Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, dan terdengar desahan hebat, “Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang.. enak..” Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang.

“Akhhh.. akhhh..” terdengar lagi desahan Tante Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di liang kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.

Aku merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa sudah keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya,

“Blesss.. blessss.. blessss..” batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa, “Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku. “Di dalam aja Sayang..” pintanya.

Kemudian, “Crottt.. crooottt.. croottt..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya. Kami berempat termasuk aku yang seorang gigolo pun tidur di kamarku.

Keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur dan aku mampu memuaskan mereka sebagai seorang gigolo.

MANIAK SEKS Ngentot Janda Anak 3


PelangiQQ - Ngentot Janda Anak 3 - Dimulai dari aku SMA aku sudah berpacaran dengan kakak kelasku begitu juga hingga aku menamatkan pendidikan sarjana sampai bekerja hingga saat ini. Satu pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika aku berpacaran dengan seorang janda beranak tiga. Situs Judi Online

Demikian kisahnya, suatu hari ketika aku berangkat kerja dari Tomang ke Kelapa Gading, aku tampak terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.45. Sedangkan aku harus sampai di kantor pukul 08.30 tepat. Aku terpaksa pergi ke Tanah Abang dengan harapan lebih banyak kendaraan di sana. Sia-sia aku menunggu lebih dari 15 menit akhirnya aku putuskan aku harus berangkat dengan taxi. Ketika taxi yang ku stop mau berangkat tiba-tiba seorang wanita menghampiriku sambil berkata, “Mas, mau ke Pulo Gadung ya?” tanyanya, “Saya boleh ikut nggak? soalnya udah telat nich.”

 Akhirnya aku perbolehkan setelah aku beritahu bahwa aku turun di Kelapa Gading. Sepanjang perjalanan kami bercerita satu sama lain dan akhirnya aku ketahui bernama Dewi, seorang janda dengan 3 orang anak dimana suaminya meninggal dunia. Ternyata Dewi bekerja sebagai Kasir pada sebuah katering yang harus menyiapkan makanan untuk 5000 buruh di Kawasan Industri Pulo Gadung. BANDARQ

 Aku menatap wanita di sebelahku ini ternyata masih cukup menggoda juga. Dewi, 1 tahun lebih tua dari aku dan kulit yang cukup halus, bodi yang sintal serta mata yang menggoda. Setelah meminta nomor teleponnya aku turun di perempatan Kelapa Gading. Sampai di kantor aku segera menelepon Dewi, untuk mengadakan janji sore hari untuk pergi ke bioskop.

Tidak seperti biasanya, tepat jam 05.00 sore aku bergegas meninggalkan kantorku karena ada janji untuk betemu Dewi. Ketika sampai di Bioskop Jakarta Theater, tentunya yang sudah aku pilih, kami langsung antri untuk membeli tiket. Masih ada waktu sekitar 1 jam yang kami habiskan untuk berbincang-bincang satu sama lain.

Selama perbincangan itu kami sudah mulai membicarakan masalah-masalah yang nyerempet ke arah seks. Tepat jam 19.00, petunjukan dimulai aku masuk ke dalam dan menuju ke belakang kiri, tempat duduk favorit bagi pasangan yang sedang dimabuk cinta.

Pertunjukan belum dimulai aku sudah membelai kepala Dewi sambil membisikkan kata-kata yang menggoda. “Dewi, kalau dekat kamu, saudaraku bisa nggak tahan,” kataku sambil menyentuh buah dadanya yang montok. “Ah Mas, saudaranya yang di mana?” katanya, sambil mengerlingkan matanya.

Melihat hal itu aku langsung melumat habis bibirnya sehingga napasnya nampak tersengal-sengal. “Mas, jangan di sini dong kan malu, dilihat orang.” Aku yang sudah terangsang segera mengajaknya keluar bioskop untuk memesan taxi. Padahal pertunjukan belum dimulai hanya iklan-iklan film saja yang muncul.

Setelah menyebutkan Hotel **** (edited), taxi itupun melaju ke arah yang dituju. Sepanjang perjalanan tanganku dengan terampil meremas buah dada Dewi yang sesekali disertai desahan yang hebat. Ketika tanganku hendak menuju ke vagina dengan segera Dewi menghalangi sambil berkata,

“Jangan di sini Mas, supir taxinya melihat terus ke belakang.” Akhirnya kulihat ke depan memang benar supir itu melirik terus ke arah kami. Sampai di tempat tujuan setelah membayar taxi, kami segera berpelukan yang disertai rengekan manja dari Dewi, “Mas Jo, kamu kok pintar sekali sih merangsang aku, padahal aku belum pernah begini dengan orang yang belum aku kenal.” DOMINO99

Seraya sudah tidak sabar aku tuntun segera Dewi ke kamar yang kupesan. Aku segera menjilati lehernya mulai dari belakang ke depan. Kemudian dengan tidak sabarnya dilucutinya satu persatu yang menempel di badanku hingga aku bugil ria. Penisku yang sudah menegang dari tadi langsung dalam posisi menantang Dewi.

Kemudian aku membalas melucuti semua baju Dewi, sehingga dia pun dalam keadaan bugil. Kemudian dengan rakus dijilatinya penisku yang merah itu sambil berkata, “Mas kontolnya merah banget aku suka.” Dalam posisi 69 kujilati juga vagina Dewi yang merekah dan dipenuhi bulu-bulu yang indah. 10 Menit, berlalu tiba-tiba terdengar suara, “Mas, aku mau keluaarr..”

“Cret.. cret.. cret..” Vagina Dewi basah lendir yang menandakan telah mencapai oragasmenya. 5 Menit kemudian aku segera menyusul, “Dewi, Wi, Mas mau keluar..” “Crot.. crot.. crot..” Spermaku yang banyak akhirnya diminum habis oleh Dewi. Setelah itu kami pun beristirahat. Tidak lama kemudian Dewi mengocok kembali penisku yang lunglai itu. Tidak lama kemudian penisku berdiri dan siap melaksanakan tugasnya. Dituntun segera penisku itu ke vaginanya.

Pemanasan dilakukan dengan cara menggosokkan penisku ke vaginanya. Dewi mendesah panjang, “Mas, kontolnya kok bengkok sih, nakalnya ya dulunya?” Tidak kuhiraukan pembicaraan Dewi, aku segera menyuruhnya untuk memasukkan penisku ke vaginanya. “Dewi, masukkan cepat! Jonathan tidak tahan lagi nih.” Sleep.. bless.. masuk sudah penisku ke vaginanya yang merekah itu.

Tidak lupa tanganku meremas buah dadanya sesekali menghisap payudaranya yang besar walaupun agak turun tapi masih nikmat untuk dihisap. Goyangan demi goyangan kami lalui seakan tidak mempedulikan lagi apakah yang kami lakukan ini salah atau tidak. Puncaknya ketika Dewi memanggil namaku, “Jonathan.. terus.. terus.. Dewi, mau keluar..” Akhirnya Dewi keluar disertai memanggil namaku setengah berteriak, “Jonathan.. aku.. keluaarr..” sambil memegang pantatku dan mendorongnya kuat-kuat BANDAR POKER ONLINE

berselang lama aku pun merasakan hal sama dengan Dewi, “Wi.. ah.. ah.. tumpah dalam atau minum Wi..” kataku. Terlambat akhirnya pejuku tumpah di dalam, “Wi.. kamu hebat.. walaupun sudah punya 3 anak,” kataku sambil memujinya.

Akhirnya malam itu kami menginap di hotel **** (edited). Kami berpacaran selama 1 tahun, walaupun sudah putus, tetapi kami masih berteman baik.

MANIAK SEKS Dengan Sekretaris

PelangiQQ - Cerita Dewasa - Cerita Ngentot - Cerita Mesum Terbaru - Namaku Lia. Saat ini aku kuliah di Sanatha Dharma Yogyakarta.  Aku adalah anak pertama dari pasangan Guncoro dan Jenny. Kami bersaudara dua orang, Adikku namanya Caca dia masih SMA kelas 1. Ibu dan ayahku menikah masih sangat muda, sehingga seperti yang kamu lihat di foto ini, meskipun usiaku baru 19 tahun, aku hampir sama besar badannya dengan ibuku. Kadang-kadang jika aku boncengan dengan ayahku, orang yang belum mengenal kami bisa mengira aku adalah pacarnya ayahku. heee^^. Ayahku  usianya 41 tahun, tetapi karena dia suka berolah raga, tubuhnya kekar seperti anak muda. Situs Judi Online


Dalam kehidupan kami sebagai ayah dan anak, Lia tahu betul watak papa, makanan kesukaannya, hobinya, bahkan kekurangan dan kelebihan papaku. Tetapi satu hal yang papaku tidak pernah lakukan adalah selingkuh, atau bermain dengan wanita lain. Meskipun ibuku adalah wanita yang kalem, pendiam, tetapi papa tidak pernah mengkhianati mama dengan cara bermain wanita. Sebaliknya, papaku juga tahu betul kehidupan Lia. Aku orangnya sedikit agresif, tetapi juga pemalu. Aku paling tidak suka berbohong.Kira-kira itulah sisi baik dari aku.

       Sedangkan salah satu kebiasaan burukku adalah, aku suka foto-foto diriku sendiri dengan camera Hp ku dalam berbagai macam gaya. Kadang-kadang aku suruh adikku foto aku. Ada gaya alim, nakal, sedih, ketawa, cemberut dan sebagainya. Salah satu fotoku yang aku taruh di profil akun ini, dan di judul cerita ini. Aku juga ngga tahu, kenapa aku suka banget berfoto..hee...Sampai suatu ketika ketika Lia sedang mandi di kamar mandi, muncul ide Lia untuk foto tubuh Lia secara bugil. Ya, tubuhku lumayan menarik. Kata ibuku aku seksi..heee...Aku berjalan ke kamar lalu mengambil kamera, dan di kamar mandi aku mulai ambil gambar bugilku. Dari berbagai gaya aku jepret pakai kamera hingga puluhan foto. Lalu setelah mandi aku pindahin foto-foto itu ke Laptopku, sambil mengagumi tubuhku sendiri yang sangat seksi dan menantang.

      Suatu hari, Lia pergi kuliah tanpa membawa laptop Lia. Sungguh di luar dugaanku. Ternyata papa membuka laptopku dan tanpa sengaja melihat foto-fotoku. Sepulang kuliah, aku menemukan sepucuk surat di atas meja kamarku, yang berisi tulisan begini: “Lia, tadi papa buka laptop kamu, papa uda lihat foto-foto bugil kamu. Foto-foto itu papa sudah copi di flasdisk papa.” Ya..ampun, wajahku benar-benar pucat. Perasaanku kacau, ada rasa takut, malu, meyesal dan juga marah. Tetapi apa boleh buat, semua sudah terjadi. Akhirnya karena malu, hari itu aku di kamar aja, dan tidak keluar ke mana-mana. Waktu malam, papaku kembali dari tempat kerja, dia tidak menyapa aku seperti yang biasa dia lakukan. Dia langsung masuk ke kamarnya.

        Aku penasaran, apakah dia akan marah dan menampar aku, atau dia akan menghukum aku dengan cara apa? Yang jelas Lia sudah salah. Malam itu aku tidak bisa tidur, aku terus memikirkan masalah ini. Besok paginya aku bangun, lalu aku pergi ke kampus. Sepulangnya aku dari kampus, ada surat lagi di atas mejaku, yang bertuliskan: “Lia, kapan kamu ada waktu, papa mau bicara sama kamu.” Aku pikir dalam hatiku, papa mau ngomong ma aku, pasti jadi masalah nih. Manding Lia minta maaf ma papa sebelum masalah ini dibesar-besarin. Akupun membalas surat itu. Dalam surat itu aku katakan: “Pa, Lia minta maaf, Lia sudah salah. Tetapi itu Lia foto sendiri di kamar mandi dan tidak dengan siapa-siapa. Kalau papa mau marah Lia, Lia siap terima hukuman dari Papa. Lia takut ketemu papa.” Keesokan harinya, sebelum Lia pergi ke kampus, Lia tinggalin surat itu di atas meja di kamar.

        Sepulangnya aku dari kampus, aku lihat surat itu sudah tidak ada. Dalam hatiku, papa pasti sudah baca. Malam itu, sehabis makan malam, ibuku sudah masuk kamar dan tidur duluan. papa masih nonton berita di ruang tamu. aku sengaja ke kamar mandi, lalu aku melirik untuk melihat, apakah ada orang lain yang bersama papaku di ruang tamu? Setelah aku lihat ternyata tidak ada. Aku pergi ke ruang tamu dan duduk di kursi yang agak berjauhan dari tempat papaku duduk. Dia menoleh dan melihat aku, lalu dia berkata,: “Sini, duduk di sini” sambil tangannya menunjuk ke sofa di dekatnya.

        Dengan perasaan tak menentu, aku bangkit dari tempat dudukku, lalu berpindah ke tempat duduk di dekat ayahku. Dia mulai bertanya: “Kamu foto itu pake apa?” Kamera di Hpku, jawabku sambil menunjukan Hpku. Ayahku menarik nafas dan berkata: “kamu itu, mbo kalau mo foto bugil jangan ditaruh di Laptop. Itukan adikmu bisa buka.Simpan aja di Hp kamu”. Iya pa, jawabku sambil mengangguk. Lalu dia meneruskan: “mana Laptopmu, ambil ke sini”. Dengan segera aku pergi ke kamar dan mengambil Laptopku. Ayahku menerima laptopku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dia menyalakan laptop itu, lalu memasukan flasdisknya. Dia membuka foto-fotoku satu persatu. Kira-kira sudah puluhan lembar dia buka, lalu dia berkomentar, “Seksi banget kamu Li”. Aku Cuma tersenyium aja..:) PelangiQQ.com
         Lalu ayahku memilih salah satu di antara puluhan foto yang ada, membukanya dan memanggil aku untuk melihat foto itu. “Lihat ini Li...papa suka fotomu ini” seraya menunjukan foto yang terbuka kepadaku. Aku melihat, foto itu terlihat sangat jelas, memekku yang berbulu tipis, belahannya sedikit terbuka,dan payudaraku yang besar dan menonjol seperti dua bukit kecil di tanah yang rata, seyiumku yang tampak bernafsu dan menggoda.

       Ketika aku memalingkan mataku dari foto itu, aku sempat melihat kalau papa ereksi dengan fotoku itu. Dia mengenakan celana pendek yang cukup ketat, sehingga alat kelaminnya sangat kelihatan sekali. Dari bentuknya yang kelihatan di balik celana, alat kelamin ayahku terlihat panjang dan besar. Aku malu, lalu aku mengalihkan mataku ke televisi.

     Ayahku meninggalkan aku di ruang tamu, lalu ia pergi ke kamarnya. Tak lama kemudian, ia kembali ke ruang tamu. Kali ini, ia duduk berdekatan dengan aku di sofa panjang. Lalu ia berkata: “Ibumu sudah tidur”. Aku diam saja, sambil terus menonton acara di TV.  Ayahku kembali melihat fotoku di laptop. Kali ini, dia diam saja tanpa komentar. Aku melirik ke celananya, mataku melihat bahwa, ayahku ereksi dengan fotoku. Melihat ayahku terus membuka foto-fotoku, akupun bertanya: “Kenapa sih pa, dibuka-buka terus? Lia malu pa..”. Ngga usa malu sayang,,,kamu kan uda dewasa.

Balas papaku, sambil melihat kepadaku. Tapi kenapa papa liat Foto Lia, koq barang Papa tegang? heee “kamu sih...seksi bangat..” jawab ayahku. Lalu aku membela diri: “Ya itukan foto bugil, ya jelas seksilah..siapa aja kalau foto bugil pasti kelihatan seksi..” Tiba-tiba, ayahku mengeluarkan kontolnya, sambil berkata, Kalau ini di foto, seksi ngga? Haaah..!! Aku kaget, melihat kontolnya yang tegang. Terlihat panjang dan besar sekali. Saat itu juga, aku merasakan aku nafsu melihat benda ayahku. Lalu dengn suara agak berbisik aku katakan: papa, gede banget  pa...” lalu dia berkata: “Pegang aja, kalau mau pegang.” Ngga ah..nanti kalau Lia terangsang gimana?” sssssssssstttt....jangan keras-keras ngomongnya, nanti ibumu dengar” jawab papaku berbisik sambil menaruh jari di mulutnya.

         Lalu ayahku bangkit berdiri dan menuntun tanganku untuk memegang kelaminnya. Aku nurut aja dan aku pegang kelamin ayahku. Huuuufffff......rasanya keras banget...aku membelainya beberapa kali, tanpa sadar aku nafsu banget. Lalu ayahku bilang: “masukin dimulut kamu mau ngga Li?” aku menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat apakah ada orang yang akan melihat itu? Kulihat tidak ada orang, lalu aku tunduk dan memasukan kelamin ayahku dimulutku. Aku mengocok benda besar dan panjang itu dengan  mulutku berkali-kali.

 Mungkin aku harus beritahu bahwa, itu benar-benar sangat sensasional. Kamu bisa bayangkan, memegang kelamin ayah kandung kamu sendiri layaknya suami kamu, rasanya benar-benar wow....Aku benar-benar bernafsu, karena dia adalah ayah kandungku sendiri dan aku rasa, ini paling beda dari segala-galanya. Ayahku terus menarik nafas sambil berkata: “Lia, papa sudah melamun tentang ini sejak kamu di SMU sayang...” hmmm...mendengar itu, seperti menambah dorongan birahiku, sehingga aku semakin bernafsu. Rupayanya ayahku ingin seks dengan aku sejak aku masih SMU, pikiran itu membuat aku makin ngga terkontrol. Aku semakin cepat memaju mundurkan kepalaku dengan kelamin ayahku di mulutku.

         Lalu entah di dorong oleh nafsu atau setan, aku tidak tahu lagi, tiba-tiba aku berkata: “Pa, masukin di punya Lia. Lia pengen puasin papa dengan tubuh Lia”. Tanpa menjawab, ayahku langsung membalikan badanku dengan kaki sebelah diangkat ke sofa dan kakiku yang satu tetap di lantai. Ia membalikan badanku untuk membelakangi dia, lalu ia mengangkat rokku ke atas pinggangku, dan menurunkan CDku, lalu dia menusukkan kemaluannya lewat belakang. Aku harus beritahu bahwa, nikamtnya itu lebih dari yang dapat aku banyangkan sebelumnya. Ketika kelamin ayah kandungku sendiri menorobos vaginaku, aku rasakan sensasi dan kenikmatan yang luar biasa.

Aku benar-benar liar, ketika benda papaku masuk ke lubang vaginaku. Imajinasiku benar-benar melayang. Aku merasa seperti aku sedang sukses dalam satu hal. Imajinasi sex dengan ayah kandungku sendiri, itulah yang mendorong  aku menatap wajahnya dan aku katakan: “Papa....tusukin semua pa ke dalam vagina Lia..masukin sampai dalam..Lia suka Papa...Lia mau papa setubuhi Lia malam ini sampai Lia puas pa...Lia suka sex terlarang ini pa..ini enak banget...terus papa...Lia suka sex Incest pa..” papaku semakin kencang goyangannya.

 Kami mulai berkeringat dan papaku bilang gantian Li. Kamu dari atas. Papaku tidur terletang di sofa dengan kelaminnya yang tegang menunjuk ke langit. Aku mulai naik ke atas ayahku, lalu memegang kelaminnya dan mengarahkannya ke lubang vaginaku. Sambil memejamkan mata, perlahan-lahan aku menurunkan badanku, sambil tekan kelamin ayahku supaya masuk ke dalam vaginaku sampai amblas semuanya di dalam vaginaku. Aku mulai menggoyang naik turun sambil mataku memperhatikan bagaimana benda ayahku masuk keluar di Vaginaku yang berbulu tipis.” Ouuuuhhhh.....papa....nikmat banget pa....” “ terus sayang, papa suka ini..” “Pa...Lia suka sex terlarang begini pa...ini nikmat banget...Mungkin papa ngga tahu, tapi Lia sering nonton film porno antara ayah dan anaknya. Lia nafsu banget pa.. Lia suka sex dengan papa.

 Ouuuhhhh ...papa, puasin Lia pa....” saat itulah ayahku mulai bangkit dari tidurnya, lalu kembali ke posisi pertama tadi. Aku berdiri membelakangi ayahku, sambil kaki sebelah dinaikan ke sofa dan sebelah lagi di lantai. Kali ini ayahku benar-benar ganas. Dia memasukan kelaminnya yang sudah basah oleh lendirku lewat belakang, sambil memegang payudaraku, dan tangan sebelahnya lagi memegang mukaku menghadap ke mukanya dan dia mulai berciuman lidah denganku...sampai titik ini aku benar-benar ngga tahan. Aku bisa merasakan dari beberapa tanda, bahwa aku akan segera tumpah...sambil mendengung karena lidahku dikulum ayahku, aku berkata: “papa goyang Lia dengan keras pa, Lia keluar pa.....” detik itu juga, aku rasakan semburan yang berkali-kali, srott..srott..srott...sroot..kelamin ayahku berdenyut di dalam vaginaku. Rasanya hangat di dalam rahimku. Aku menahan pantat ayahku agar benda itu benar-benar masuk semuanya tanpa sisa, lalu akupun melepaskan cairan yang dari tadi kubendung...mmmpa.....mmmpa...mmpa...rasanya vaginaku seperti membuka mulut dan mengeluarkan sesuatu. Aku menjerit...ouuuuuuuhhhhh....papa....Lia suka papa.....detik itu kami terkulai lemas. Semenjak kisah malam itu, sering sekali ayahku menyutubuhi aku di kamar mandi dan di dapur. Tetapi tidak memasukan cairannya di vaginaku. BANDAR POKER ONLINE

Kalau mau keluar, ia menarik keluar kelaminnya lalu semprotkan airnya di mukaku dan aku suka. Dengan pengalamanku ini, aku simpulkan bahwa, sex incest atau sex taboo itu, sangat nikmat. Rasanya beda karena penuh sensasi. Jika Lia diminta untuk memilih antara  sex dengan pacar atau Family, Lia lebih suka dengan Family. Kalau bukan ayah kandungku, saudara kandungku. That is amazing...and i like it so much...SEKIAN.

Rabu, 29 November 2017

Sebuah Pengalaman Saat Di Sekap Oleh Tiga Gadis Binal

3 Wamita Yang Haus Sex 
PelangiQQ - Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMA. Padahal hampir semua teman-temanku yang laki, sudah punya pacar. Bahkan sudah ada yang beberapa kali ganti pacar. Tapi aku sama sekali belum punya keinginan untuk pacaran. Walau sebenarnya banyak juga gadis-gadis yang mau jadi pacarku.

Waktu itu hari Minggu pagi. Iseng-iseng aku berjalan-jalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku paling malas berolah raga. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga. Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki.

Sesekali berlari kecil mengikuti orang-orang yang ternyata cukup banyak juga yang memanfaatkan minggu pagi untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalan-jalan menghirup udara yang masih bersih. Tidak terasa sudah cukup jauh juga meninggalkan rumah.

Dan kakiku sudah mulai terasa pegal. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Tidak sedikit anak-anak yang bermain dengan gembira. Belum lama aku duduk beristirahat, datang seorang gadis yang langsung saja duduk di sebelahku.

Hanya sedikit saja aku melirik, cukup cantik juga wajahnya. Dia mengenakan baju kaos yang ketat tanpa lengan, dengan potongan leher yang lebar dan rendah, sehingga memperlihatkan seluruh bahu serta sebagian punggung dan dadanya yang menonjol dalam ukuran cukup besar.

Kulitnya putih dan bersih celana pendek yang dikenakan membuat pahanya yang putih dan padat jadi terbuka. Cukup leluasa untuk memandangnya. Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.

“Lagi ada yang ditunggu?”, tegurnya tiba-tiba.

Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Cepat-cepat aku menjawab dengan agak gelagapan juga. Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.

“Tidak.., Eh, kamu sendiri..?”, aku balik bertanya.
“Sama, aku juga sendirian”, jawabnya singkat.

Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Gadis ini bukan hanya memiliki wajah yang cukup cantik tapi juga punya bentuk tubuh yang bisa membuat mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. Bentuk kakinya juga indah. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.

“Jalan-jalan yuk..”, ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri.
“Kemana?”, tanyaku ikut berdiri.
“Kemana saja, dari pada bengong di sini”, sahutnya.

Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya dengan gerakan yang indah dan gemulai. Bergegas aku mengikuti dan mensejajarkan ayunan langkah kaki di samping sebelah kirinya. Beberapa saat tidak ada yang bicara.

Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, gadis itu menggandeng tanganku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Dan akujuga belum kenal namanya.

Dadaku seketika jadi berdebar menggemuruh tidak menentu. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Dia bukan hanya menggandeng tanganku, tapi malah mengge1ayutinya. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.

“Eh, nama kamu siapa..?”, tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.
“Angga”, sahutku.
“Akh.., kayak nama perempuan”, celetuknya. Aku hanya tersenyum saja sedikit.

“Kalau aku sih biasa dipanggil Ria”, katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Padahal aku tidak memintanya.

“Nama kamu bagus”, aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja.

“Eh, boleh nggak aku panggil kamu Mas Angga?, Soalnya kamu pasti lebih tua dariku”, katanya meminta.

Aku hanya tersenyum saja. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan. Dan aku memperkirakan kalau gadis ini pasti seorang mahasiswi, atau karyawati yang sedang mengisi hari libur dengan berolah raga pagi. Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru.

“Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Mau nggak..?”, ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam.

“Boleh”, sahutku.

Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Sambil makan, Ria banyak bercerita. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Ria memang pandai membuat suasana jadi akrab.

Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalan-jalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Ria yang mengajak pulang lebih dulu.

“Mobilku di parkir disana..”, katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir.

“Kamu bawa mobil..?”, tanyaku heran.

“Iya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Malas kalau naik kendaraan umum”, katanya beralasan.

“Kamu sendiri..?”

Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.

“Ikut aku yuk..”, ajaknya langsung.

Belum juga aku menjawab, Ria sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Sebuah mobil starlet warna biru muda masih mulus, dan tampaknya masih cukup baru. Ria malah meminta aku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil.

Ria langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan gadis itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan komplek perumahan elite. sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Ria menahan dan memaksaku untuk singgah.

“Ayo..”, Sambil menarik tanganku, Ria memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa laki-laki yang baru dikenalnya ke dalam kamar.

“Tunggu sebentar ya..”, kata Ria setelah membawaku ke dalam sebuah kamar.

Dan aku yakin kalau ini pasti kamar Ria. Sementara gadis itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tapi bersama dua orang gadis lain yang sebaya dengannya. Dan gadis-gadis itu juga memiliki wajah cantik serta tubuh yang ramping, padat dan berisi.

Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku benar-benar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.

“Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini”, kata Ria tiba-tiba sambil melepaskan baju kaosnya.

Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Ria bukan hanya menanggalkan bajunya, tapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Ria mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali..

Akhh tubuhnya luar biasa bagusnya.. baru kali ini aku melihat payudara seorang cewek secara dekat, payudaranya besar dan padat. Bentuk pinggulnya ramping dan membentuk bagai gitar yang siap dipetik, Bulu-bulu vaginanya tumbuh lebat di sekitar kemaluannya.

Sesaat kemudian Ria menghampiriku, dan merenggut semua pakaian yang menutupi tubuhku, hingga aku henar-benar polos dalam keadaan tidak berdaya. Bukan hanya Ria yang mendekatiku, tapi kedua cewek nakal lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.

“Eh, apa-apaan ini? Apa mau kalian..?”, aku membentak kaget.

Tapi tidak ada yang menjawab. Ria sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tapi dengan kedua tangan terikat dan kakiku juga terentang diikat, tidak mudah bagiku untuk melepaskan diri. Sementara itu bukan hanya Ria saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tapi kedua gadis lainnya juga melakukan hal yang sama.

Sekujur tubuhku jadi menggeletar hebat Seperti tersengat listrik, ketika merasakan jari-jari tangan Ria yang lentik dan halus menyambar dan langsung meremas-remas bagian batang penisku. Seketika itu juga batang penisku tiba-tiba menggeliat-geliat dan mengeras secara sempurna, aku tidak mampu melawan rasa kenikmatan yang kurasakan akibat penisku di kocok-kocok dengan bergairah oleh Ria. Aku hanya bisa merasakan seluruh batangan penisku berdenyut-denyut nikmat.

Aku benar-benar kewalahan dikeroyok tiga orang cewe binal yang sudah seperti kerasukan setan. Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Tapi aku juga ketakutan setengah mati. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku.

Aku benar-benar tidak berdaya ketika Ria duduk di atas perutku, dan menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang padat. Sementara dua orang cewe binal lainnya yang kutahu bernama Rika dan Sari terus menerus menciumi wajah, leher dan sekujur tubuhku. Bahkan mereka melakukan sesuatu yang hampir saja membuatku tidak percaya, kalau tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri.

Saat itu juga aku langsung menyadari kalau ketiga cewe binal ini bukan hanya menderita penyakit hiperseks, tapi juga biseks. Mereka bisa melakukan dan mencapai kepuasan dengan lawan jenisnya, dan juga dengan sejenisnya. Bahkan mereka juga menggunakan alat-alat untuk mencapai kepuasan seksual. Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya. Sementara itu Ria semakin asyik menggerak-gerakkan tubuhnya di atas tubuhku.

Meskipun ada rasa takut dalam diriku, tetapi aku benar-benar merasakan kenikmatan yang amat sangat, baru kali ini penisku merasakan kelembutan dan hangatnya lubang vagina seorang gadis, lembut, rapat dan sedikit basah, Riapun merasakan kenikmatan yang sama, bahkan sesekali aku mendengar dia merintih tertahan. Ria terus menggenjot tubuhnya dengan gerakan-gerakan yang luar biasa cepatnya membuatku benar-benar tidak kuasa lagi menerima kenikmatan bertubi-tubi aku berteriak tertahan.

Ria yang mendengarkan teriakanku ini tiba-tiba mencabut vaginanya dan secara cepat tangannya meraih dan menggenggam batang penisku dan melakukan gerakan-gerakan mengocok yang cepat, hingga tidak lebih dari beberapa detik kemudian aku merasakan puncak kenikmatan yang luar biasa berbarengan dengan spermaku yang menyemprot dengan derasnya. Ria terus mengocok-ngocok penisku sampai spermaku habis dan tidak bisa menyemprot lagi tubuhku merasa ngilu dan mengejang.

Tetapi Ria rupanya tidak berhenti sampai disitu, kemudian dengan cepat dia dibantu dengan kedua temannya menyedot seluruh spermaku yang bertebaran sampai bersih dan memulai kembali menggenggam batang penisku erat-erat dengan genggaman tangannya sambil mulutnya juga tidak lepas mengulum kepala penisku.

Perlakuannya ini membuat penisku yang biasanya setelah orgasme menjadi lemas kini menjadi dipaksa untuk tetap keras dan upaya Ria sekarang benar-benar berhasil. Penisku tetap dalam keadaan keras bahkan semakin sempurna dan Ria kembali memasukkan batangan penisku ke dalam vaginanya kembali dan dengan cepatnya Ria menggenjot kembali vaginanya yang sudah berisikan batangan penisku.

Aku merasakan agak lain pada permainan yang kedua ini. Penisku terasa lebih kokoh, stabil dan lebih mampu meredam kenikmatan yang kudapat. Tidak lebih dari sepuluh menit Ria memperkosaku, tiba-tiba dia menjerit dengan tertahan dan Ria tiba-tiba menghentikan genjotannya, matanya terpejam menahan sesuatu, aku bisa merasakan vagina Ria berdenyut-denyut dan menyedot-nyedot penisku, hingga akhirnya Ria melepaskan teriakannya saat ia merasakan puncak kenikmatannya.

Aku merasakan vagina Ria tiba-tiba lebih merapat dan memanas, dan aku merasakan kepala penisku seperti tersiram cairan hangat yang keluar dari vagina Ria. Saat Ria mencabut vaginanya kulihat cairan hangat mengalir dengan lumayan banyak di batangan penisku..

Setelah Ria Baru saja mendapatkan orgasme, Ria menggelimpang di sebelah tubuhku. Setelah mencapai kepuasan yang diinginkannya, melihat itu Sari langsung menggantikan posisinya. Cewe binal ini tidak kalah liarnya. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Ria. Membuat batanganku menjadi sedikit sakit dan nyeri. Hanya dalam tidak sampai satu jam, aku digilir tiga orang cewe liar.

Mereka bergelinjang kenikmatan dengan dalam keadaan tubuh polos di sekitarku, setelah masing-masing mencapai kepuasan yang diinginkannya. Sementara aku hanya bisa merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. Bagaimana mungkm aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..?

Aku hanya bisa berharap mereka cepat-cepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya. Tapi harapanku hanya tinggal angan-angan belaka. Mereka tidak melepaskanku, hanya menutupi tubuhku dengan selimut.

Aku malah ditinggal seorang diri di dalam kamar ini, masih dalam keadaan telentang dengan tangan dan kaki terikat tali kulit. Aku sudah berusaha untuk melepaskan diri. Tapi justru membuat pergelangan tangan dan kakiku jadi sakit. Aku hanya bisa mengeluh dan berharap cewe-cewe binal itu akan melepaskanku.

Sungguh aku tidak menyangka sama sekali. Ternyata ketiga cewe binal itu tidak mau melepaskanku. Bahkan mereka mengurung dan menyekapku di dalam kamar ini. Setiap saat mereka datang dan memuaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa. Bahkan mereka menggunakan obat-obatan untuk merangsang gairahku.

Sehingga aku sering kali tidak menyadari apa yang telah kulakukan pada ketiga cewe binal itu. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku. Tapi setelah mereka mencapai kepuasan, kembali mengikatku di ranjang ini. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini.

Dan secara bergantian mereka mengurus makanku. Mereka memandikanku juga di ranjang ini dengan menggunakan handuk basah, sehingga tubuhku tetap bersih. Meskipun mereka merawat dan memperhatikanku dengan baik, tapi dalam keadaan terbelenggu seperti ini siapa yang suka? Berulang kali aku meminta untuk dilepaskan.

Tapi mereka tidak pernah menggubris permintaanku itu. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudara-saudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku.

Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap cewe-cewe binal dan liar ini. Meskipun mereka selalu memberiku makanan yang lezat dan bergizi, tapi hanya dalam waktu tiga hari saja tubuhku sudah mulai kelihatan kurus. Dan aku sama sekali tidak punya tenaga lagi. Bahkan aku sudah pasrah.

Setiap saat mereka selalu memaksaku menelan obat perangsang agar aku tetap bergairah dan bisa melayani nafsu birahinya. Aku benar-benar tersiksa. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Dan aku sama sekali tidak berdaya untuk melepaskan diri dari cengkeraman cewe-cewe binal itu.

Tapi sungguh aneh. Setelah lima hari terkurung dan tersiksa di dalam kamar ini, aku tidak lagi melihat mereka datang. Bahkan sehari semalam mereka tidak kelihatan. Aku benar-benar ditinggal sendirian di dalam kamar ini dalam keadaan terikat dan tidak berdaya. Sementara perutku ini terus menerus menagih karena belum diisi makanan. Aku benar-benar tersiksa lahir dan batin.

Namun keesokan harinya, pintu kamar terbuka. Aku terkejut, karena yang datang bukan Ria, Santi atau Rika Tapi seorang lelaki tua, bertubuh kurus. Dia langsung menghampiriku dan membuka ikatan di tangan dan kaki. Saat itu aku sudah benar-benar lemah, sehingga tidak mampu lagi untuk bergerak. Dan orang tua ini memintaku untuk tetap berbaring. Bahkan dia memberikan satu stel pakaian, dan membantuku mengenakannya.

“Tunggu sebentar, Bapak mau ambilkan makanan”, katanya sambil berlalu meninggalkan kamar ini.

Dan memang tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya yang mengundang selera. Selama dua hari tidak makan, membuat nafsu makanku jadi tinggi sekali. Sebentar saja sepiring nasi itu sudah habis berpindah ke dalam perut. Bahkan satu teko air juga kuhabiskan. Tubuhku mulai terasa segar. Dan tenagaku berangsur pulih.

“Bapak ini siapa?”, tanyaku
“Saya pengurus rumah ini”, sahutnya.
“Lalu, ketiga cewe binal itu..”, tanyaku lagi.
“hh.., Mereka memang anak-anak nakal. Maafkan mereka, Nak..”, katanya dengan nada sedih.
“Bapak kenal dengan mereka?”, tanyaku.

“Bukannya kenal lagi. Saya yang mengurus mereka sejak kecil. Tapi saya tidak menyangka sama sekali kalau mereka akan jadi binal seperti itu. Tapi untunglah, orang tua mereka telah membawanya pergi dari sini. Mudah-mudahan saja kejadian seperti ini tidak terulang lagi”, katanya menuturkan dengan mimik wajah yang sedih.

Aku juga tidak bisa bilang apa-apa lagi. Setelah merasa tenagaku kembali pulih, aku minta diri untuk pulang. Dan orang tua itu mengantarku sampai di depan pintu. Kebetulan sekali ada taksi yang lewat. Aku langsung mencegat dan meminta supir taksi mengantarku pulang ke rumahku.

Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi. Aku benar-benar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya. Seakan-akan semua yang terjadi hanya mimpi belaka. Memang aku selalu menganggap semua itu hanya mimpi buruk.

Dan aku tidak berharap bisa terulang lagi. Bahkan aku berharap kejadian cewe binal itu tidak sampai menimpa orang lain.

Senin, 27 November 2017

Cerita Sex Bersama Dukun Cabul Yang Gila Sex


PelangiQQ - ku dengar, di daerah dusun luar kota ada orang pinter yang hebat lho, kamu coba aja ke sana, mungkin dia bisa bantu” begitu kata Cintami teman kantorku. Aku menatapnya dan berkata “Dan sekarang ini udah zaman komputer, masa sih kamu nyuruh aku percaya, sama dukun?” kataku dengan arogan. “Lha kan, apa salahnya di coba, apa kamu mau sendirian terus, Ki Bayu itu dukun hebat, sudah banyak

Akupun diam, pikiranku menerawang jauh, memang aku tak penah mau jadi perawan tua, umurku sudah 30 tahun, tapi tak ada seorang cowokpun yang tertarik padaku. Padahal, aku tidak jelek. wajahku cantik, kulitku putih. Latar belakang pendidikanku juga tidak jelek, dengan S1 ekonomi. Aku juga dari keluarga baik baik, dengan ekonomi cukup mapan.

“E...e...eh koq melamun sih” kata Cintami lagi. “ah engak koq, aku lagi mikirin, kerjaan, besok bos mau meeting” kataku asal jawab. “ah, kamu, kerjaan mulu, kamu mesti pikirin juga diri mu dong, lihat ku, umur ku lebih mudah dari mu, anak ku udah dua, kapan kamu mau punya anak, Dina, Dina…” kata Cintami yang terus nyerocos kaya senapan mesin.

Aku masih diam, mendengar nasehat teman baikku ini. “udah deh, kamu coba konsultasi ama Ki Bayu, nih alamatnya” kata Cintami lalu menyebutkan alamat Ki Bayu. Aku pura pura, acuh, tapi otakku mengingat seluruh ucapannya.

“Dina, kalau mau, ku akan temanin kamu pergi ke sana” kata Cintami lagi. “udah deh, Cintami, ku gak percaya ama gitu gituan” , kataku. Cintami menghela nafas, “yah, sudah deh, tapi kalau kamu berubah pikiran kamu bilang aja yah.


Saat itu, lewat Andika, Teman kantorku juga, dia menjabat kepala mekanik. Dia seusia dengan ku, dia juga lajang dan wajahnya tampan. Aku sudah berkali kali menarik perhatiannya, tapi dia tampaknya acuh padaku. “Hai, Cintami, gimana kabarnya anak mu ” katanya menyapa Cintami. “he he baik baik, anak kamu gimana” kata Cintami. “baik juga “jawab Andika bercanda.

Andika berlalu, begitu saja di depanku, seakan akan aku tak ada di situ. Ada rasa kesal di hatiku. Memang benar kata Cintami, aku harus mencoba, kesaktian Ki Bayu, tapi aku terlalu gengsi untuk mengakuinya.

Hari jum’at, malamnya sepulang dari kantor aku melarikan mobilku, memasuki jalan tol dan melaju kencang. Sambil mendengarkan lagu lagu romantis, mobilku melaju cepat. Sampai bertemu pintu keluar, yand di sebutkan Cintami.

Mobilku terus berjalan, dan jalan di perkampungan itu agak rusak. Jalan tak beraspal, penuh debu, dan kerikil. Aku sampai tersesar, dan bertanya tanya orang. Sampai orang terakhir “pak, numpang tanya, rumah Ki Bayu di mana yah?”.

“Oh, Ki Bayu dukun sakti itu yah” katanya. Aku mengangguk, wah mungkin Ki Bayu ini benar benar sakti pikirKu. “itu, ibu lurus saja, nanti lihat rumah catnya hijau putih, nah itu rumahnya” kata orang itu.

Setelah mengucapakan terima kasih mobilku terus melaju pelan, sampai bertemu rumah berciri sama dengan yang di ucapkan orang itu. Aku memarkirkan mobilKu. Memasuki terus rumah, itu dan mengetuk pintu.

“yah, ada apa bu” kata seorang lelaki muda,berumur tak lebih dari 17 tahun. “anu .....dik, Ki Bayu ada?” tanyaKu. “oh, ada tunggu yah, silakan duduk dulu, saya panggilkan bapak” kata anak muda itu, sambil mempersilakan saya duduk.

Mataku melihat sekeliling ruang tamu itu, rumah itu tergolong mewah untuk ukuran kampung. Tak lama munculah lelaki tua berumur sekitar 60 tahunan. Tubuhnya masih tampak kuat. Hanya rambutnya sebagian sudah memutih. Kulitnya hitam legam.

Wajah orang itu agak menyeramkan, lebih cocok menjadi preman di banding dukun. Jari jari yang besar, di penuhi oleh cin-cin dengan batu berwarna warni. “selamat malam, ada yang bisa saya bantu” katanya. Aku masih agak shock melihat penampilan dirinya. “eh, anu pak.. anu “katku terbata. Ki Bayu tersenyum.

Anak muda itu kembali keluar dengan membawa, segelas air “silakan bu” katanya. Aku melihat anak muda. “ini anak saya,” kata Ki Bayu. Anak itu segera masuk kembali. Aku melihat perbedaan yang nyata, anak itu ganteng, dan kulitnya putih, koq bapaknya seperti ini yah pikirku.

Setelah berbasi basi, dan tampaknya Ki Bayu jauh lebih ramah, di banding penampilannya, Aku lalu mengutarakan maksud kedatanganKu. “oh, masalah itu, itu masalah muda, aya kita ke kamar praktekku” kata Ki Bayu.

Aku mengikuti dia, masuk ke sebuah kamar, berukuran cukup luas. Ki Bayu duduk bersila di hadapannya ada meja, yang di atasnya terletak baskom berisi bunga bungaan. Ada anglo, dengan arang yang membara, Ada kasur, dengan alas putih di situ serta beberapa keris dan berbagai pernak pernik perdukunan, yang terlihat berbau mistik.

Tangan Ki Bayu mengambil menyan, segemgam menyan itu di taruh di atas arang yang membara, asap mengepul dengan bau menyegat, memenuhi ruang itu. Kepalaku tersa berkunang, kunang. Dan mulut Ki Bayu berkomat kamit.

“Hmmm kalau dilihat jodoh kamu ada, cuma tertutup, sinar aura kamu gelap” kata Ki Bayu. Aku hanya mengangguk. “Kalau kamu mau Aku bisa menolong kamu, dan aku jamin berhasil” kata Ki Bayu lagi. Aku tersenyum “saya mau Ki, tolong saya”.

“Baik, sekarang, lepaskan baju kamu” kata Ki Bayu. Aku kaget mendengar kata kata Ki Bayu. Naluriku langsung berkata tidak, tapi tanganku mulai mengangkat kaos T-shirtKu. Dan aku perlahan membuka celana jeanku. Kini aku berdiri dengan hanya memakai Bra dan celana dalam saja. Mata Ki Bayu menatap liar tubuhKu Dia menghapiriku. Mulutnya berkomat kamit, tangannya bergerak gerak, aneh sepeti menari di depanKu.

“coba, lepas BH kamu “perintah Ki Bayu. Saat itu tanganku segera melepas kait BH kream Ku tanpa berpikir. Mata Ki Bayu, seperti melahap buah dadaku yang mengantung terbuka. Tangannya segera meraba buah dadaKu. Mulutnya masih terus berkomat kamit, dengan bahasa yang sama sekali aku tak mengerti.

Yang saat ini Aku rasakan ada desakan kuat di rahimKu. Aku merasa vaginaKu mulai berreaksi, aku terangsang. Tangan tangan Ki Bayu terus meraba raba buah dadaKu. Dia meremas, dan memainkan putting susuku. Putting susuku pun menerima perlakuan ini dan agak menegang.

Dan tiba tiba, jarinya menekan selangkangan celana dalamKu. “aghhhh “jeritku. Aku makin terhanyut, dalam birahi yang di berikan Ki Bayu.

Ki Bayu kemudian membaringkan ku di kasur, di ruang itu. Aku benar bena rke hilangan pikiran jernihku, Entah kenapa aku menurut saja. “sekarangkan, kamu bayangkan lelaki yang kau inginkan” kata Ki Bayu.

Setelah berbaring, Ki Bayu dengan nafsu sekali melumat bibirku. Dia menciumku dengan penuh nafsu. Lidahnya juga terus berusaha mesuk ke mulutku. Berputar di sana, menyentuh langit langit mulutKu. Mengelitik, dan memberiku rangsangan yang hebat.

Lidahnya juga menjilati leher, kuping dan pipiku. Ada rasa jijik, tapi Aku tak bisa menolak, Aku hanya memejamkan mata, membayangkan kalau Andika yang melakuan ini semua pada diriku.

Lidah lidah Ki Bayu terus turun hingga ke buah dadaKu. menjilati putting susuKu yang makin mengeras, dan menyedotnya dengan lembut, membuat aku makin terlena. Vaginaku rasanya terus berdenyut, dan lendir nafsuku mengalir deras membasahi celana dalam creamku.

Sambil terus menyusu di tetekku, Ki Bayu juga memainkan selangkangan celana dalamKu. Aku menjadi begitu hot. “asss, ohh Ki, Ki Bayu, saya tak tahan Ki” kataKu.

Aku benar benar terangsang, seumur hidupku, aku baru kali ini merasakan, hal ini. Memang terkadang aku melakuan masturbasi, kalau birahiku meninggi, tapi rasanya tak seperti ini. Rasa nikmat ini benar benar membuatku gila.

Dan Ki Bayu terus saja, memainkan buah dadaKU, dan selangkangan celana dalamKu. Pemainannya ini terus membawaku ke puncak kenikmatanKu. Aku benar benar tak tahan lagi, Aku menjerit penuh kenikmatan, tubuhku bergetar hebat. “Ki Bayu, ahh saya tak tahan …”.

Ki Bayu diam sebentar, menatap tubuhku yang mengelijang, menikmati orgasmeku. Kemudian, yang kulihat, Ki Bayu sudah berbugil ria. Tongkat saktinya bergatung bebas, membuatku bergidik. Penisnya besar dan hitam. “ayo, buka mulut kamu” katanya sambil mendekatkan penisnya ke wajahKu.

Aku seperti di sirep, mulutku terbuka lebar, dan penis itu bermain di dalam mulutku. Ki Bayu, memegang kepalaKu, membelai rambutku yang hitam, dan sebahu, yang selalu aku rawat dengan baik.

Penisnya terus begerak dalam mulutku. Entah kenapa, aku sangat menikmatinya. Tanpa di suruh, aku melakukan gerak seperti di filem filem porno. Ki Bayu juga sangat menikmatinya. Dia mengeram, kenikmatan.

Penisnya terus bergerak maju dan mundur, Aku sediri, dengan nasfu menyedot nyedot kepala penisnya. “ohhh … “dan sperma Ki Bayu memenuhi mulutku. “cepat, telan p-e-j-u Ku, jangan di buang, itu obat” kata Ki Bayu.

Aku menelan spermanya, yang berbau anyir, dan membuatku ingin muntah.

Ki Bayu lalu dengan tenangnya melepas celana dalamku, melebarkan kakiKu, menatap liar pangkal pahaku. Bukit kemaluanku yang berbulu, itu jadi santapan matanya. Jarinya kemudian, bergerak memaikan klitorisku. Aku kembali mendesah. Rasa gatel dan nikmat, kembali menyerang klitorisKu.

Sementara itu dia juga memainkan batang penisnya yang sudah mulai membesar kembali

Dan penis itu mulai mendekat ke vaginaKu. Hatiku menjerit, menolak perlakuan itu. Tapi tubuhku bagai patung, diam saja, tak protes. Perlahan ujung penisnya mulai membuka liang vaginaku yang perawan itu.

Lendir lendir nikmat yang membasahi liang vaginaku memudahkan usahanya. Penis itu bergerak masuk, membuatKu merasa pedih. Dan terus mendesak masuk “sakit, sakit”. Jeritku pelan.

Tanpa peduli, Ki Bayu merobek selaput darahKu. Dia terus bergerak, maju dan mundur Penis besarnya mengisi ruang ruang dalam liang sagamaKu. Rasa perih dan sakit mendera vaginaKu. Aku mengigit bibirku menahan sakit di vaginaKu.

Tanpa peduli dengan keadaanku yang mengerang kesakitan Ki Bayu terus mengoyang tubuhKu. Sebentar kemudian dia mencabut penisnya tubuhku di baliknya, pinggulku di angkatnya Dari belakang, penis itu memasuki tubuhKu. Dan Aku merakan sakit kembali mendera vaginaKu.

Dengan posisi ini aku merasakan penis Ki Bayu makin besar. Melesak dalam liang vaginaku, bergerak keluar masuk dengan cepat.

Ki Bayu dengan penuh nafsu terus merodok vaginaKu. Dia mendengus seperti banteng yang siap menanduk mangsanya. Turus begerak, membuat tubuhku makin mengerang

Hampir 15 menit kemudian, setelah peluh membasahi tubuhnya Ki Bayu mengerang. Aku merasakan cairan spermanya tumpah ruah dalam rahimku.

Aku tersungkur, terberaing tengkurap di kasur itu. Aku lemas sekali. Di sprei berwarna putih tampak jelas, noda merah, darah perawanku. Air mataku menitik, bathinku menganggis. Kesucianku yang ku jaga selama ini telah di renggut dukun cabul ini.

Ki Bayu berjalan ke mejanya. dia mengambil segelas air, dia berkomat kamit. “nih, minum air ini, habiskan” katanya. Aku meminum air itu, dan setelah itu, tenagaku seperti pulih kembali. Aku segera berpakaian kembali. Dan segera pergi dari tempat itu tanpa permisi.

makin mobilku menjauh dari rumah Ki Bayu, aku makin sadar. Dan Aku kembali menangis di mobilku, Aku telah menjadi korban penipuan dukun cabul.

Setibanya di rumah, aku membuka seluruh pakaianku, dan di selangkangan celana dalamku terdapat noda darah, kembali air mataku menitik. Aku segera membasuh tubuh membersihkan dari kotoran Ki Bayu. Malam itu aku tidur dengan mata sembab. Aku tertidur karena ke lelahan.

Di kantor esok harinya, aku seperti tak bergairah. Aku tak bisa bekerja dengan baik. “tok tok tok, pintu ruang kAndikar di ketuk seseorang. “yah, masuk aja “jawab Ku.

“Maaf Dina, eh bu Dina, saya mau lihat laporan pembelian, spare pert mesin,yang bulan lalu?” kata Andika. Aku menatapnya, tak biasanya dia minta laporan pembelian. Karena memang bukan tugas dia. Tapi aku langsung mengangguk, dan mencari file pembelian.

“Oh ...ini pak Andika” kataKu sambil mememberikan file itu padanya. Dia menatapku, aku merasakan kehangatan dari bola matanya. “Terima kasih Bu Dina.” dia menerima file itu, lalu berjalan ke pintu. Dia berhenti sebentar, membalikan badannya lagi “eh maaf Bu Dina, apa eh.. maksud saya” katanya agak gugup.

“ada apa pak Andika, koq kayak bingung” kataku. “eh, anu, saya ada undangan pesta pernikahan teman saya, maksud saya, apa Bu Dina ada acara entar malam, apa boleh saya ajak Bu Dina ke pesta teman saya itu” katanya.

Jantung saya berdebar, kata katanya seperti lamaran buat saya, saya tersenyum, “ah Pak Andika, saya entar malam gak ada acara” kataKu dengan perasaan berbunga bunga.

“Jadi, Bu Dina, bersedia menemani saya ke pesta itu?” tanya Andika lagi. Aku menganggukan kepala. “terima kasih Bu Dina, nanti malam saya jemput yah” katanya yang tampaknya juga gembira sekali.

Saat itu aku termenung, apa semua ini, dari Ki Bayu. Apa dia benar benar begitu sakti.

Jam 5.00 sore aku sudah tiba di rumah. Begitu di kamar, aku melepas seluruh pakaianku, bercermin menatap bayang bayang tubuhku di cermin. Aku mengagumi sendiri bentuk indah tubuhKu.

Hpku berbunyi tepat pukul 5.30. Aku menerima Hp itu, dari Andika. “Bu Dina, apa sudah siap, saya sedang menuju ke sana”. “oh sudah sudah siap “jawabku, dan segera masuk ke kamar mandi, begitu pembicaraan selesai.

Tepat jam 7.00 mobil BMW Andika telah ada di depan rumahKu, aku masuk ke dalam mobilnya. Aku tersenyum dan dia juga tersenyum. Mobilnya pun berjalan pelan. Dia banyak berbicara padaKu. “Dina, apa kamu sudah punya pacar ? “tanya Andika tiba tiba

Aku mengeleng “belum, saya belum punya pacar” kataKu. Andika tersenyum, lalu berkata “Dina, kita sama sama telah berumur, kalau kamu tidak keberatan, bagaimana kalau kita berpacaran saja” kata Andika.

Hatiku dag dig dug, rasa senang, melanda diriku, saat itu juga aku resmi menjadi pacarAndika. Rupa undangan pernikahan itu cuma pura pura, Andika memang ingin mengajakku keluar, untuk menyatakan cintanya.

Kini di kAndikar hari hariku lebih ceria. Tiga bulan sudah kita melewati masa pacaran yang penuh kebahagian. Saat malam minggu Andika mengajakku menginap di Villanya di puncak. Aku tak keberatan, toh Andika sudah meminangku, dan orang tuaku setuju sekali. Kita tinggal menunggu hari untuk melangsungkan pesta pernikanan kita.

Di Villa itu, rasa dingin menyelimuti ku. Andika memelukku erat, memberiku rasa hangat. Bibir kami menempel erat, seakan tak bisa lepas. Tangan Andika pun mulai menjamah buah dadaKu. Aku mulai merasakan kenikmatan dari calon suamiku.

Tangan Andika terus menyusup di balik bujuku, dan memainkan punting susuKu. Saat itu kepalaku rasanya pusing, dan tiba tiba terbayang Ki Bayu. Saat itu diriku menjadi tak enak. Birahi agak menurun. Aku tak suci lagi, bagaimana jika Andika tak bisa menerima diriku.

Andika terus saja menstimulasi tubuhKu. Bajuku dilepasnya, dan kini aku sudah hampir bugil total. Andika terus menjilati buah dadaKu. Rasa birahi perlahan bangkit kembali Andika pun mulai membuka celana dalamku.

Dia sendiri membuka celananya. Aku menatap penisnya yang jauh lebih kecil dari milik Ki Bayu. Dia mendekat, dan membuka lebar kakiKu. Dia mau melakukan penetrasi. “Andika, apa tidak kita tunggu sampai menikah nanti” kataKu. Sambil mencium keningku Andika berkata “sayang, sejak aku menyatakan cintaku, aku sudah menganggap kamu istri saya sayang”.

Tiba tiba penis itu telah masuk, aku pura pura menjerit “aduh, sakit sekali Andika”. Padahal Aku tidak merasakan apa apa, aku merasa hambar. Andika terus bergoyang, dengan nafsu, penisnya bergerak dengan cepat keluar masuk.

Aku pun terus mendesah, walaupun tak merasakan apa apa. Andika terus mengoyang tubuhku. Udara dingin pegunungan itu, tak mampu membendung peluh yang membasahi tubuhnya. Andika mengeram, dan dia melepas spermanya.

“Oh, sayang aku sangat menikmatinya” katanya sambil menciumi bibirku dengan mesra. Setelah itu Andika terbaring kelelahan, tak lama dia tertidur.

Aku termenung di toilet, aku heran aku tak merasakan apa apa, ada nafsu, vaginaku berlendir, tapi aku tak bisa merasakan penis Andika. Vagina seperti mati rasa. Apa yang terjadi dengan diriku. Saat itu bayang bayang Ki Bayu membayangi diriku lagi.

Aku hanya berharap, aku terlalu tegang karena sudah tak suci lagi.

Esoknya pagi pagi Andika telah bangun. Dia mencium keningku,” selamat pagi Dina sayang”. Aku pun tersenyum. Dan Andika sama sekali tak menanyakan soal keperawanan ku. Ini membuatku menjadi tenang.

Setelah itu, Andika kembali mencumbuku. Kini dengan tanpa beban, Aku bisa terangsang dan menikmati setiap sentuhannya. Tapi tetap saja aku tak bisa merasakan penis Andika. Sama sekali mati rasa, seakan akan, penis Andika tak ada. Dan bayang bayang Ki Bayu selalu menghapiriku. Ini membuatku sangat menderita. Andika membuat birahi yang memuncak, tapi tak terselesaikan.

Aku tak bisa membicarakan hal ini dengan Andika. Aku hanya bisa berpura pura menikmati permainannya.

Hari itu, aku sudah berencana, ingin menanyakan masalah ini pada Ki Bayu. Sepulang dari kAndikar kembali aku memacu mobilku ke tempat Ki Bayu. Menyusuri jalan jalan berdebu, sampai tiba di rumah Ki Bayu.

“Lho......ada masalah apalagi, neng, apa ilmuku tak berhasil ? “tanya Ki Bayu. Aku mengutarakan kondisiku. Ki Bayu mengajak Aku ke kamarnya lagi.

Kembali kepala pening karena asap menyan yang mengepul. “sini, biar saya periksa” kata Ki Bayu. Sambil membuka bajuku juga bra Ku. Dia melihat buah dadaKu “hmm, kilihatannya normal aja”. Kemudian dia juga membuka celanaKu berikut celana dalamnya.

Sambil duduk, tangan Ki Bayu, membuka belahan vaginaKu. “Hmm, normal aja” katanya berguman. Lalu lidahnya menjulur, dan klitorisku menjadi sasarannya. nafsuku tiba tiba menjadi tinggi. “oahhh Ki, ada apa dengan kemaluan saya “desahKu.

Lidah Ki Bayu terus merangsang syaraf syaraf sensitif di vaginaKu. Lendir kenikmatanku mengalir deras. “oh Ki, enak sekali, terus Ki, enak sekali “desahku. Aku benar benar merasa gatel di klitorisku. Setelah bermain tak terpuaskan dengan Andika, sekarang aku benar-benar merasakan nikmat.

Lidah Ki Bayu aktif sekali, dan tubuhku bergetar, menerima rangsangannya. Rangsangan yang tidak ku dapati dari Andika. Sebentar saja, tubuhku bergetar hebat. Aku kejang kejang, Aku tenggelam dalam kenikmatan Ki Bayu.

Setelah membiarkan aku sebentar, kembali tangan Ki Bayu meraba raba bagian dadaKu. Putting susuku juga tak luput menerima sensasi nikmat Ki Bayu. Birahi perlahan naik lagi. Dan tanganku juga meraba raba selangkannya. “Ki, saya mau ini” kataKu.

Ki Bayu mengeluarkan senjatanya, dan membiarkan Aku memainkannya. Tanganku seperti gemas sekali, mengocok ngocok penis besar Ki Bayu. Sampai Aku merasakan gatel di Klitorisku, dan Aku memintanya “Ki, ayo masukin aja, aku udah gak tahan “pintaku.

Dan Ki Bayu membalikan tubuhKu. Aku tahu dia ingin memasukannya dari belakang aku langsung menungging. Aku mendesah, ketika ujung penisnya menyentuh klitoriKu Ki Bayu dengan lembut mengesek ujung penisnya di Klitorisku. Aku mendesah “ohh Ki, udah gak tahan, masukin aja..” pintaku merengek.

Pelahan Ki Bayu mendorong masuk penisnya. Aku merasakannya, tiap tiap centi, daging itu menerobos masuk ke kemaluanku. Aku mengerang nikmat, begitu juga Ki Bayu, merasakan jepitan erat vaginaku. Tubuhnya bergerak, seiring penisnya keluar masuk vaginaku.

Aku benar benar merasakan nikmat bersetubuh, dengan seorang pria. Sebentar saja tubuhku kembali bergetar hebat. Aku menerima puncak kenikmat itu dari Ki Bayu.

Tahu, aku tengah menikmati orgasmeKu, Ki Bayu diam sesaat, lalu mulai bergerak dengan lembut. perlahan menaikan kembali birahi. dan turus mengocok dengan cepat.

Membawaku ke puncak nikmatku lagi.

Tiga kali aku di buatnya orgasme, sampai dia pun mengerang, menikmati orgasmenya di vaginaKu. Tubuhku pun menjadi lemas.

Setelah, aku berpakaian, dan merapikan pakaiaanKu. Aku kembali menanyakan masalahKu. Ki Bayu membelai rambutku, “Sudahlah, saya akan coba, membantu kamu”.

Dalam perjalan pulang, mobilku berjalan lambat. Aku berpikir, kenapa aku begitu suka permainan sex Ki Bayu. Aku sepertinya ke tagihan oleh permainannya. Aku seperti ingin membatalkan pernikahanku dengan Andika. Dari pada menikah, tapi bathinku tersiksa, lebih baik aku sendiri pikirKu.

Hari pernikahanku akhirnya tiba juga. Dimana Aku dan Andika menjadi raja dan ratu sehari. Andika pun telah menyediakan tempat bernaung untuk ku. Sebuah rumah yang cantik di perumahan yang cukup elit.

Dan Pesta perkawinanku juga tergolong mewah, dengan di hadir lebih dari seribu orang, kerabat ku dan Andika, serta orang tua kami.

Malam harinya, Aku bercinta dengan Andika secara resmi. Sama seperti sebelumnya, vaginaKu mati rasa. Aku terangsang, menikmati cumbuan suamiku, tapi ketika nafsuku sudah tinggi, sewaktu Andika melakukan penetrasi, aku tak merasakan apa apa. Tidak ada rasa sakit dan tidak ada rasa nikmat. Sangat berbeda dengan Ki Bayu.

Setelah Andika ejakulasi, dan Aku belum apa apa, Aku berbaring saja. Hatiku gembira menerima sosok Andika sebagai suamiKu. Andika suami yang baik. Tapi Badanku menolak Andika. Badanku seperti milik Ki Bayu.

Di saat ini, sepertinya Aku ingin melarikan mobilku dengan kencang menuju rumah Ki Bayu, dan melampiaskan birahiku padanya.Malam pengantin ini membuat hatiku bahagia, tapi badanku menangis dan kecewa ,Entah apa yang akan terjadi besok.

Setelah melewati malam pengantin dengan kekecewaan, Aku makin merasa jemu dengan suamiku Andika. Di lain pihak aku juga merasa kasih sayang dia. Sebagai pengantin baru, Andika sangat memeperhatikan Aku.

Andika bahkan tidak mengizinkan Aku untuk berkantor lagi. “Mami, sekarang mami, di rumah saja, ngapain cape cape kerja,biar papi yang cari duit, mami mau berapa “begitu katanya. Teman teman ku mengatakan aku sangat beruntung bisa bersuamikan Andika.

Aku tak tahu, perasaanku dengan Andika, hambar. Hampir tiap malam aku bercinta dengan Andika. Tiap malam pula aku kecewa. Lebih baik jika Andika tidak mengajakku bercinta. Lebih baik kita tidur saja, itu pikirku dalam hati.

Tapi tidak, Andika mencumbuku, membuatku terangsang. Aku tak bisa menolak suamiku sendiri. Andika membuatku sangat terangsang dengan cumbuan cumbuan mesranya, tapi aku tak bisa terpuaskan, aku tak bisa orgasme. Berapa lama pun Andika mengoyang vaginaku dengan penisnya, tetap Aku tak merasakan apa apa. Seperti ada sesuatu yang menjaga vaginaku, menahan orgasmeku.

Ini membuat Aku kesal dengan Andika. Apa lagi setelah itu dia biasanya terlelap membawa kenikmatannya sendiri. Sedang Aku hanya bisa, termenung. Di saat seperti ini yang ada di bayangan sosok Ki Bayu, dengan penisnya.

Aku segera menghindar, Aku melakuan sesuatu, menonton televisi, atau apa saja. Aku tak mau memikirkan Ki Bayu, Aku milik suamiku, aku harus setia, itu yang selalu aku tanamkan dalam diriku.

Pagi itu, setelah sarapan suamiku sudah siap berangkat ke kantor. Dia mencium keningku, lalu dia meremas pantatku, sambil berbisik “Hmmm Mami apa semalam goyangan papi hebat gak?”. Aku tersenyum “hebat pi, hebat “jawabku. “entar malam papi goyang lagi yah” katanya. Aku hanya mengangguk, dalam hatiku lebih baik tidak usah bercinta.

Apa aku harus hidup dalam kepura puraan. Kenapa vaginaku tak bisa menerima penisnya. Kenapa mati rasa, kenapa. Ki Bayu, apa yang kau lakukan terhadap diriku ?

Setelah Aku mandi, Aku berencana akan ke Dokter Genekologi (ahli kebindanan ). Aku tak mau lagi ke Ki Bayu. Aku mau yang logic pikirku.

“Ya bu .....selamat siang, ada masalah apa “tanya Dokter itu. “begini dok, saya tak bisa merasakan penis suami saya” kata saya. Dokter itu tersenyum “maksud ibu, tak bisa terangsang ? “tanya Dokter itu lagi.

“bukan, saya terangsang, bahkan sangat terangsang, tapi waktu suami saya mulai, vagina saya mati rasa, tak merasakan penis suami saya..” kata saya. “tak merasakan penis.. hmmm hmm “Dokter itu berguman sendiri.

“kalau ibu menyentuh vagina ibu, apa ibu merasakannya ? “tanya Dokter itu lagi. Aku menatap Dokter itu, sepertinya dia tak percaya pada cerita saya, sepertinya saya mengada ada. “tentu saja, saya bisa merasakan jari saya Dokter” kata saya.

Dokter itu segera  mangut mangut “jadi ibu Dina bisa merasakan ibu jari saya di vagina ibu , tapi tak bisa merasakan penis suami ibu di vagina ibu”. Intonasi nya seperti mengejek. Aku menatap Dokter itu lagi, “saya ini sungguhan ada masalah Dokter, saya tidak bercanda”.

“Oh, maaf bukan begitu maksud saya bu, karena saya baru kali ini mendapat kasus seperti ini” kata Dokter itu. Aku diam. “Ok, begini, ibu silakan berbaring, saya coba periksa” kata Dokter itu kemudian.

Aku menurutinya, aku berbaring. “maaf Bu, saya harus memeriksa vagina Ibu” kata Dokter itu. Aku mengerti, aku melepas celana dalam ku. Dokter itu mulai memakai sarung tangan karetnya. Dia mulai memeriksa vaginaku.

Dia membuka bibir vaginaku, lalu jarinya di masukan ke memekku. Dan kemudian dia mencabut jarinya. “Ibu, bisa merasakan jari saya “tanya Dokter itu. “ya, bisa Dok” kataKu. “saya, rasa vagina ibu normal normal saja, mungkin ini hanya pskikologis saja, karena ibu kan pengantin baru” kata Dokter itu.

“Apa maksud Dokter saya stress” kata saya. “yah mungkin” kata Dokter itu. Aku benar benar tak puas atas jawaban Dokter ini. Dan aku melihat tubuh Dokter itu mengejang hebat . Kemudian dia bengong sebentar. “Dok, kenapa ?’ tanya saya keheranan melihat tingkahnya. “Oh tidak apa apa” katanya.

“Ok coba saya periksa sekali lagi, untuk lebih jelasnya” kata Dokter itu. Dia melepas sarung tangan karetnya. Lalu jarinya membuka bibir kemaluan saya. Jarinya memainkan klitoris saya. Sekarang saya merasakan sesuatu yang lain.

Jari jarinyapun terus memainkan klitoris saya, saya mengigit bibir saya, lendir saya mulai merembes keluar liang vagina saya. Dengan adanya lendir saya, jari jari itu lebih terasa, di klitorisku yang makin membesar. Bibir vaginaku juga terasa menebal akibat rangsangan nikmat yang di beri Dokter itu. Sensasi ini, seperti yang di berikan Ki Bayu.

makin lama diriku makin terhanyut, mataku terpejam, tanganku mencengkram pingir ranjang praktek dokter itu. “bagaimana, bu apa ibu, bisa merasakan nikmatnya” kata Dokter itu. “hmm, haa, hmm “hanya itu suara yang keluar dari mulutku.

Lidah Dokter itu juga menjilati vaginaku. Tubuhku mengeliat, kenikmatan, lendir yang keluar liang vaginaku makin menjadi. Tubuhku terus gemetar “ohh, Dokter saya merasakan, ahh, ahhh, nikmat.. saya tak tahan, ahhh”. Lidah Dokter itu terus mengaduk aduk vaginaku. Tubuhku segera mengeliat, dan akhirnya menegang kejang, Aku menerima orgasme yang aku rindukan selama ini. “Lihat, vagina anda normal saja kan” kata Dokter itu.

“Sekarang saya akan periksa t-e-t-ek  ibu yah” kata Dokter itu yang tanpa permisi membuka bajuku. Buah dadaku di remas remas, dan putting susuku di mainkan sesuka dia. Tubuhku mengelinjing, kenikmatan. Lidahnya juga menjilati putting susuku.

“Aahh, Dokter, saya jadi nafsu sekali, cepat isep pentil saya dong..” pintaku dengan tak malu malu. Dokter itu juga sangat bernafsu dengan tubuhku. Diapun menyedot putting susuku, dengan nafsu. Aku benar benar nikmat, dan mulutku terus mengerang ngerang, kenikmatan. Puas bermain dengan buah dadaku, Dokter itu menyodorkan penisnya ke mulutku. Penis yang sebesar penis suamiku itu aku kulum dengan nafsu. Aku menyedot nyedot, mengocok, dan terus membuat Dokter itu mengerang kenikmatan.

Doket itu terus mengocok penisnya di mulutku, maju mundur dengan cepat, sampai aku merasakan penis itu diam, dan mulutku penuh dengan spemarnya. Dia mencabut penisnya yang telah layu itu keluar dari mulutku. Dia berjalan, dan memegang kakiku, lalu membuka kakiku selebar mungkin. Wajahnya sepertinya berubah, Dokter itu menjadi sangar. Penisnya dengan begitu cepat telah menegang kembali.

Dan dia mulai melesakkan penisnya masuk ke vaginaku. Aku merasakan penisnya memenuhi relung relung di dalam vaginaku. Aku merasakan penisnya besar sekali. Padahal tadi jelas jelas, aku melihat penisnya hanya sebesar penis suamiku. Aku merasa nikmat yang luar biasa, aku mengerang. Aku mendesah, tubuhku terus mengeliat, pinggulku bergoyang, seirama desakkan penis Dokter itu. Aku terus mendesah. Tak lama tubuhku, menegang “ohhh gatel, aku keluarrr”.

Tanpa memberiku waktu, untuk menikmati orgasme, Dokter itu terus mengoyang tubuhku. Aku mengelijang dan ada  ngilu. Dan kemudian  dengan aktifnya penis Dokter itu yang terus mengesek dinding vaginaku, nafsu ku bangkit lagi.

Lima menit berikutnya aku mencapai puncak kenikmatan kembali. Hampir tiap lima menit rasanya tubuhku mengejang, merasakan puncak nikmatku. Entah berapa kali, aku berorgasme, sampai Dokter itu melepas spermanya di dalam liang vaginaku.

Setelah Dokter itu melepas, batang penisnya dari liang vaginaku. Aku kembali mengenakan pakaianku. “nah, bagaimana, berasakan, berarti anda memang suka sama penis orang lain” kata Dokter itu. “ha, apa maksudnya Dokter?” tanyaku.

“Yah, kamu memang tipe istri yang suka selingkuh, kamu doyan n-g-e-n-t-o-t sama orang lain ha.. ha.. ha.. “ejekan Dokter itu membuat panas hatiku. Aku segera keluar dari ruang praktik Dokter itu, dan langsung berlari pulang.

Di rumah, aku menangis, hatiku pedih, baru kali ini aku di rendahkan orang seperti itu. Tapi aku juga merasakan nikmat yang luar biasa, yang di berikan Dokter itu. Aku memenuhi bathtub ku dengan air hangat, lalu aku berendam. Aku memejamkan mata, aku lebih merasa bersalah terhadap suamiku sekarang. Apa kata kata dokter itu benar.

Sensor hindungku seperti menangkap bau menyan. Aku membuka mataku, tak ada apa, hanya imajinasiku saja pikirku. Kembali aku menenangkan diri, air hangat ini membuat otot otot ku menjadi rilex.

Tida tiba, aku merasa seperti ada yang mengelitik vaginaku. Aku langsung berdiri, memegang vaginaku, aku tak menemukan sesuatu, bulu kudukku sontak berdiri. Apa apa ini. Tida tiba tubuhku kaku, aku tak bisa mengerakan anggota tubuhku, bibirku terkunci, aku seperti patung.

Dalam keadaan tegang itu, aku merasa jelas sekali seperti ada sosok yang tak nampak mata sedang merabai vaginaku. Benda seperti jari jari tangan itu menyelinap masuk ke tubuhku, bermain di dalam liangku. Anehnya, aku merasakan sensasi nikmat yang luar biasa. Dalam keadaan tubuh yang kaku, lendir kenikmatan ku keluar begitu saja.

Semua organ sex ku, menjadi sangat terangsang. Aku benar benar nikmat, samapi tak bisa menahan kenikmatan itu, tiba tiba tubuhku terbebas dari ke-kaku-annya, tubuhku bergetar hebat, “ohhhh ahhhhh”.

Tubuhku terjatuh dalam bathtub, terpeleset, rebah. Kini tubuh kembali merasakan air hangat di bathtubku. Mataku terasa berat sekali, rasa ngantuk menyerangku, aku seperti melayang, dalam setengah sadar aku mendenga suara yang ku kenal, sayup sayup Ki Bayu berkata “bagai mana Dina, apa kau merasa nikmat dengan permainanan ku tadi, kau memang istri yang suka selingkuh ha.. ha..ha.. “

“Mami, mami..”. Aku merasa tubuhku di goyang, di bangunkan, aku membuka mataku, aku melihat suami dengan wajahnya yang kawatir. “mami, kamu kenapa sayang, ayo bangun,” kata suamiku menarik tanganku.

Tapi tubuh seakan lemas tak bertulang, “papi.. mami sakit, pusing…” suaraku lemah. Suamiku langsung mengendongku, membawaku ke kamar, dan memaringkan tubuhku di ranjang.. Tubuh tak bisa bergerak, suaraku sesak, tapi kesadaranku tetap tinggi. Bola mataku bisa melihat jelas, wajah kawatir suamiku.

Tangannya sibuk menekan tombol Hp nya. Dia menelpon Dokter Benny, dokter keluarganya. Selagi menunggu ke datangan Dokter Benny suami saya dengan penuh kasih sayang, membelai rambutku, dia mencium keningku.

Hatiku menjerit, Andika maafkanlah diriku. Setelah Dokter Benny tiba, tubuh langsung di periksa. “bagaiman dok, apa istri saya kena stroke ? “tanya suamiku dengan cemas.

“Hasilnya Setelah di cek tekanan darah normal, detak jantung juga normal, tak ada tanda tanda stroke” kata Dokter Benny.

“Dan lalu apa, penyakitnya Dok ? “tanya suamiku. Dokter Benny tampak bingung juga, dia berkata “Untuk sememtara, saya menduga istri anda kelelahan”. Suami tampak tak puas dengan jawaban Dokter Benny. “begini saja, saya akan memberi resep, kita lihat besok, jika tidak ada perubahan, bawa istri kamu ke rumah sakit” kata Dokter Benny.

Besoknya Aku di bawa suamiku ke rumah sakit, Tubuhku masih lemas, tapi aku sudah bisa mengerakkan anggota tubuhku. Dari hasil pemeriksaan USG, dan hasil tes Lab, tubuhku normal saja. Ini yang membuat suamiku bingung.

Aku tahu penyakitku, aku tahu penyebabnya Ki Bayu, dia menginginkan kehangatan tubuhku, dia tak mau melepaskan tubuhku. Dalam keadaan setengah sadar di bathtub beberapa hari yang lalu, aku seperti berbicara dengan Ki Bayu.

Ada semacam telepati atau filing baha Ki Bayu menginginkan tubuhku, dan nanti dialah yang akan membuat tubuhku suka dengannya. Walaupun jiwaku menolak dan  hatiku tidak sudi.. tetapi tubuhku menginginkan Ki Bayu. Dan kurasa Ki Bayu tidak akan melepaskan tubuhku.

“Begini Mami, tadi Cintami menyarankan aku untuk  membawa kamu ke orang pintar, dia ada kenalan namanya Ki Bayu” kata suamiku. Kepalaku rasanya seperti di pukul palu besar. “Tapi apa papi percaya sama dukun” kataku. “Percaya aja kalau memang bisa menyembuhkan mami, apa salahnya dukun” kata suamiku lagi. “Aku tidak mau Pi” kataku.

Selagi suamiku sedang mandi, maka kucoba menelpon Cintami. “Cintami kamu gila yah, kenapa kasih tau Andika masalah Ki Bayu?”. “tenang Dina, ku ngak bilang kamu dapet jodoh dari Ki Bayu koq ““kamu engak tahu yah, ku tuh udah di......” aku segera menghentikan kata kataku.

Akupun tak pernah menceritakan tentang hubungan ku dengan Ki Bayu. Kalau aku bicara takutnya akan menjadi bumerang bagiku. Dina pun bertanya “tahu apa ?, kamu kan bisa dapet Andika dari dia juga to...., lha kenapa kamu ga  minta tolong sama dia?”. Akupun  menarik nafas “yah sudah deh... biar kupikir-pikir dulu” kataku sambil memutus hubungan telepon itu.

Dan pada keesokan harinya, tanpa ku ketahui suamiku, pulang dengan membawa Ki Bayu.
“Hi...mami, itu di ruang tamu ada  Ki Bayu, dia bilang akan mencoba mengobati kamu” kata suamiku. “ha, Ki Bayu, aku gak mau, aku gak percaya dukun” kataku protes. “sudalah mi, di cobakan ngak ada salahnya” kata suami merayuku. Benar benar Ki Bayuo tak mau melepaskan diriku.

Aku mengalah saja , dan suamiku segera membawa Ki Bayu masuk ke kamarku. Ki Bayu pun tersenyum saat melihatku, aku memandang rendah dirinya. “Saya akan periksa istri bapak” kata Ki Bayu kepada suamiku. “Silakan pak” kata suamiku.

Dan segera saja Ki Bayu memegang tanganku. sambil mulutnya berkomat kamit. “wah, istri anda di ikuti barang halus” kata Ki Bayu. “wah, bisa di tolong Ki?” tanya suamiku. “oh ini hal mudah..” kata Ki Bayu.

“Begini ...., sekarang saya minta berduaan dengan istri anda, Dan selama pengobatan tidak boleh ada yang mengganggu , karena jika konsentrasi saya terganggu maka jiwa istri anda akan terancam, apakah anda mengerti ?” kata Ki Bayu.
“Oh saya mengerti Ki” kata suami saya tanpa curiga.

“Mami, saya tinggal dulu yah, biar lah kita kasih sesempatan sama Ki Bayu” kata suamiku. Aku diam saja, mau bilang tidak rasanya tidak mungkin.

Setelah suamiku keluar ruangan, Ki Bayu langgsung saja mengunci pintu kamarku. Dan aku benar- benar tak bisa apa apa, kini aku harus ditiduri Ki Bayu di ranjang ku dan suamiku sendiri.
Ki Bayu pun segera  mendekat, Aku melotot “jangan macam macam, aku akan teriak “ancamku.

“Apa kau sudah  lupa yah, dari siapa kau mendapatkan suamimu lagi” kata Ki Bayu sambil membuka celananya. Penisnya yang besar mengacung tepat di wajahku. Setelah melihat penisnya tubuh seketika mendapat tenaga extra. Aku seperti tak bisa mengatur tubuhku.

Aku meraih batang penisnya tegak itu, memainkan dengan nafsu. Lalu aku membuka mulutku lebar lebar, dan aku mengulum penisnya. Penis itu aku sedoot sedot, sepreti anak kecil yang mengharapkan susu dari ibunya..

Ki Bayu memegang kepalaku, dan terus mengocok batang penisnya di mulutku. Kira kira lima belas menit, Ki Bayu memuntahkan spermanya dalam mulutku. Bagai orang ke hausan air maninya aku telan. Rasanya kerongkongan ku dingin dan suara serak ku hilang.

Dan tanpa ragu Ki Bayu pun  segera memreteli pakaianku satu persatu. kini dengan senyum penuh nafsu Ki Bayu menatap tubuhku, yang hanya memakai celana dalam pink. Lidahnya terus membangkitkan nafsu birahiku di seputar buah dadaku. Aku tak bisa apa apa, aku seperti wanita haus belaian sex, dari Ki Bayu.

Klitorisku rasanya mulai gatel, lendir pun mulai membasahi selangkangan celana dalamku. Sambil terus menjilati buah dadaku dengan nafsu jarinyapun bermain di selangkangan celana dalamku. Tanpa sadar, aku melebarkan kakiku sendir, sehingga jari Ki Bayu leluasa memainkan selangkangan celana dalamku.

Kemudian sentuhan jari Ki Bayu sangat terasa menembus celana dalamku. Lendir terus membasahi celana dalamku. Klitorisku semakin terasa gatel. Aku mulai tak tahan, aku mendesah pelan “shhh, Ki aku gak tahan..”. Ki Bayu terus memainkan tubuhku “yah, Dina, akuilah kamu membutuhkan diriku, kamu membutuhkan kepuasan dariku “

Dan akupun mengerang erang kenikmatan “yah Ki, Dan aku butuh, aku mau Ki.. aku mau..”. Jari Ki Bayu pun semakin cepat, kemudian tiba-tiba tubuhku bergetar hebat dan memekku sangat basah. Tubuhku melengkung, tandanya aku mencapai puncak birahi.

Dengan tanpa melepas celana dalamku, Ki Bayu memasukan penisnya dengan menyingkap celana dalamku ke samping. “Aaahhh.. Ki…”.
“Nampaknya kamu suka Dina..” kata Ki Bayu setelah seluruh batang penis besarnya menancap di liang memekku. “Oooooh Ki, saya suka sekali . ayoooh goyang terus  Ki “pintaku.

Dan Ki Bayu pun bergerak, maju dan mundur, penisnya yang besar itu merodok liang vaginaku dengan nafu yang tinggi. Aku mendesah desah, nikmatnya tak bisa kubayangkan. Gesekkan penis besarnya, membuat klitorisku menjadi membengkak. karena nikmat.

Ki Bayu terus saja mengoyang liang vaginaku, Dan aku benar benar di buatnya melayang, tak lama kemudian tubuhku mengejang, mencapai puncak birahiku. Hingga beberapa kali aku mencapai klimaks, Sampai-sampai Ki Bayu juga menyumburkan spermanya di memekku.

Dan setelah batang penisnya tercabut, Ki Bayu merapikan celana dalamku, dan dia membiarkan spermanya di dalam liang vaginaku. Akupun sama sekali tak keberatan. Dan anehnya aku malah merasakan vaginaku menjadi sensitif.

Dan Anehnya tubuhku kembali normal seperti sediakala. Malahan terasa lebih sehat. Ki Bayu menyuruhku berpakaian kembali lalu dia memanggil suamiku.

“Lihatlah istri anda telah sembuh” kata Ki Bayu. Suamiku menghampiri diriku “wah, bagaimana Mi, apa sudah mendingan”. “yah, aku jauh lebih baik “jawabku.Suamiku pun mengucapkan terima kasih pada Ki Bayu.

“Emmm...Begini, sekarang istri anda telah sehat, akan tetapi mahluk halus yang berhasil saya keluarkan dari tubuh istri anda, pasti bisa balik lagi” kata Ki Bayu.
“waduh...terus baiknya gimana Ki ? “tanya suamiku pada Ki Bayu.
“Hmm ...Yahhh, saya harus menjaganya untuk beberapa Hari di tempat ini” kata Ki Bayu menerangkan pada suamiku..

“Oh kalau begitu saya berterima kasih Ki, karena Ki Bayu mau menolong kami, Ki Bayu bisa menempati di kamar atas, itu kamr khusus buat tamu yang menginap di rumah kami ". kata suamiku. “Kalau begitu baiklah” kata Ki Bayu setuju.

Dan kemudian mereka ke luar dari kamar ku, dan suamiku membawa Ki Bayu ke kamar atas.Tanganku segera menyelinap ke balik celana dalamku, meraba vaginaku yang basah oleh sperma Ki Bayu, meraba klitorisku sendiri, dan merasa nikmat.

Setelah  melihat kondisi tubuhku yang sudah pulih kembali, suamikupun tampak sangat gembira sekali. Malam itu dia mencumbuku dengan hebatnya, sudah seminggu ini aku tak bisa melayaninya. Malam ini suamiku menagih minta jatah ML. Aku segera  bercumbu denganya hingga suamiku terangsang sekali.

Tapi tetap saja, setelah penis itu dalam vaginaku aku tak merasakannya. Suamiku mendasah kenikmat, memuji muji betapa nikmat liang vaginaku, sedang aku sendiri tak pernah merasakan nikmatnya penis suamiku. Dan akhirnya suamiku mencapai puncak kenimatannya. dangan menyiram banyak sperma di rahimku.Akupun hanya tersenyum. Tak lama suami yang ke lelahan itu telah terlelap.

Kakiku langsung melangkah kecil, perlahan gagang pintukamarku aku buka, aku berjalan mengendap endap ke kamar atas. Dan Ki Bayu, sepertinya sudah tahu, kulihat dia sudah bersiap siap. Akupun melepas gaun tidurku.
” Coba katakan apa yang ada di hatimu” kata Ki Bayu. “Ki, puaskan diriku, aku ingin Ki “pintaku.

Ki Bayu merangkul diriku, menyuruh aku menunging, penisnya yang telah siap itu, di masukan dari belakang. “heemm” desahanku yang ku tahan.
“Dina, menjeritlah sepuasmu,  Dan sekeras apapun jeritanmu suamimu tak akan bangun ha ha ha” kata Ki Bayu. Penis itu terus mengesek dinding vaginaku, akupun menjerit, mengerang nikmat. Sampaii aku  merasa puas.

Dan setelah nafsuku terpuaskan, aku segera mengenakan pakai-an ku kembali. “Ki Bayu, apa Ki Bayu bisa mengemudikan mobil?” tanyaku. Ki Bayu tersenyum, sambil dia mengelus elus punggungku.

Aku berjalan menurunin tangga rumahku, dan kembali ke kamar tidurku. Kali ini aku tertidur dengan membawa kenikmatanku. Dan pada keesokan paginya tubuhku terasa segar sekali dan wajahku juga berseri seri. “Mami.... wah sekarang mami benar benar sudah sehat ya?” kata suamiku. Akupun mengangguk kemudian memeluk dan mencium suamiku.

“Pi..... Gimana kalau Ki Bayu kita jadikan sopir pribadi aja, Dan Ki Bayu sudah setuju tuh” kataku.
“Oh, kalau dia mau tentu saja boleh” kata suamiku.

Akupun tersenyum kegirangan sambil memeluk dan mencium pipi suami ku. Ahhaaa....dalam batinku , hari-hariku pasti lebih indah dan menyenangkan karena aku seperti Ratu yang dimanjakan oleh suamiku dan juga Ki Bayu , laki-laki yang bisa memuaskanku.