This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

CURSOR

Rainbow Playboy Bunny

Jumat, 22 Desember 2017

Cerita Sex Mama Tiriku Nikmatku


 PelangiQQ - Hampir 8 tahun ibuku meninggal dunia, akupun sudah terbiasa tanpa kehadiran sesosok ibu dalam hidupku. Tapi tidak bagi ayahku, dia merasa sangat kesepian, ayah selalu saja meminta izin padaku untuk menikah lagi dan dengan terpaksa aku mengiyakan permintaan dari ayahku. Karena aku juga kasian pada ayah bagaimana perasaan batinnya tanpa kehadiaran seorang istri sebagai pelengkap hidupnya.

Selang beberapa bulan setelah mendapat izin dariku untuk menikah lagi, akhirnya ayah memberanikan diri mengajak calon ibu tiriku ke rumah, Sebut saja namanya Hana. Umurnya sekitar 40 tahun lebih muda dari ayahku 8 tahun. Tubuhnya agak berisi dan wajahnya terlihat masih muda. Dia bekerja sebagai staff di kantor ayahku. Aku memanggilnya dengan sebutan tante Hana.

Saat tante Hana main ke rumah, aku sering melihat ayah dan tanet Hana berpelukan saat sedang menonton tv, terkadang tangan ayah dengan nakalnya mengelus buah dada tante Hana dengan penuh gairah. Bagaimana tidak bergairah, tubuh tante Hana sangat semok dan mempunyai buah dada yang besar bak gunung. Semenjak ayah sering membawa tante Hana ke rumah, aku menjadi hobi coli dengan membayangkan tanta Hana.  BandarQ

Pada hari minggu pagi aku bangun karena kaget mendengar suara gelas pecah di dapur, saat kulihat ada tanet Hana sedang membersihkan serpihan kaca.

“Awas jangan mendekat ada banyak pecahan kaca, tadi tak sengaja aku menjatuhkan gelas dan pecah…” katanya sambil jongkok mengambil serpihan kaca.

Aku yang masih sedikit mengantuk dengan sekita mataku jadi terbuka lebar karena melihat pemandangan pantat yang besar tante Hana yang saat itu memakai daster tipis.

“Kak, tolong deh tante diambilkan sapu…” ujarnya memerintahku.

“Baik tante akan aku ambilkan, tunggu sebentar…” kataku lantas berjalan mencari sapu yang ada di halaman depan.

Sembari berjalan aku membayangkan bulatan empuk yang kulihat tadi, kontolku pun langsung menegang dibalik celana kolor yang kupakai. Saat sudah mendapatkan sapu dan berjalan kembali ke dapur, tanganku mengelus-elus kontolku dari luar celana kolorku.

“Ini tan sapunya…oya ayah mana tan?” tanyaku.

“Ayahmu sudah berangkat kerja dari subuh tadi, dia dapet tugas mendadak dan harus ke kantor pusat yang ada di Jakarta, tante disuruh diem disini nemenin kamu dan disuruh memasak juga…oya kamu mau dimasakin apa biar nanti tante masakin…” katanya sambil menyapu serpihan kaca.

“Aku mau nasi goreng aja tan…” kataku dan lalu aku berjalan menuju kamar mandi.

Aku semakin bernafsu ketika kulihat lagi pantatnya yang bergoyang ketika sedang menyapu, ditambah buah dadanya yang ikut bergoyang mengimpangi pantatnya. Di kamar mandi aku langsung saja coli seperti biasa tanpa sabun dan saat sudah mencapai punjak aku langsung mandi.  BandarQ Online

Usai mandi dengan hanya melilitkan handuk seperti rpok wanita aku menuju dapur bermaksud menanyakan apakah nasi goreng pesananku sudah jadi apa belum. tapi ketika sampai di dapur aku malah melihat pemandangan lain yang lebih indah, kulihat bongkahan pantat tante Hana yang terlihat menggairahkan ketika sedang masak.

Entah kemasukan setan dari mana, aku memberanikan diri memeluk tante Hana dari belakang, kuelus pantatnya dan kuciumi lehernya dari belakang. Tanta Hana mencoba berontak, tapi aku semakin brutal.

“Iiihhh…kakak ngapain sih…jangan perkosa tante donk…aku ini calaon ibu tirimu…” katanya.

“Udah diam aja tante…kamu gak cocok jadi ibuku…kamu cocoknya jadi pelucur ayah…” kataku geram.

“Kamu ngomong apa sih kak…aku mohon hentikan kak…” katanya semakin pelan sepertinya dia sudah terangsang juga karana lehernya terus kuciumi.

“Tante diam aja ya…nurut sama aku…aku lagi nafsu banget nih…lagian di rumah cuma ada kita berdua ja kog…oya aku juga tau kalau tadi malem tante habis ngentot sama ayah kan…aku dengar erangan ayah tapi aku sama sekali tak mendengar erangan tante, pasti tante gak terpuaskan oleh ayah ya?” bisikku pelan di telinganya sambil terus kuelus pantat dan buah dadanya dari belakang.

“Aku mohon kak, lepasin tante…” pintanya memohon sambil mengerang dan menolak elusanku.

Tak kupedulikan omongan tante. aku terus saja mencumbu tante Hana. Aku tahu kalau tante Hana sangat liar kalau ngentot hanya saja saat ini dia belum begitu nafsu, hanay butuh waktu sebentar saja untuk membangkitkan gairah nafsunya.  Agen BandarQ

Terus saja kuciumi dan kujilati lehernya sambil tanganku meremas-remas buah dadanya dari belakang. Setan yang merasukiku menginginkan aku lebih dari sekedar meremas dan menciuminya saja. Secara naluri aku segera membuka dasternya dengan cara mereboknya dari belakang.

Dan terlihatlah punggungnya yang putih mulus, juga pantatnya yang saat itu tak memakai CD membuatnya menjadi semakin cantik dan otomatis membuat kontolku semakin mengeras.

Tak berlama-lama, kupaksa dia untuk menungging, dia terus saja meronta memberikan perlawanan. Tapi aku tak memperdulikannya dan malah membuatku semakin liar. Kumulai memasukkan kontolku dari belakang.

“Hentikan kak…aku calon ibumu…” jaritnya lagi.

“Sudah diam saja tante…kamu belum jadi ibuku…” kataku sambil menyodokan kontolku dan kupegang punggungnya agar kontolku bisa masuk lebih dalam.

Kurasakan memek tante Hana belum terlalu basah, nampaknya dia belum begitu terangsang dengan apa yang sudah kulakukan tadi. Kemudian kucabut kontolku lalu kuposisikan badanku berjongkok dari belakang pantatnya dan kujilati memeknya dari bawah.

“Aahhh…mau kamu apain lagi…” katanya dengan suara khas wanita yang sedang menahan nikmat.

Kujilati memeknya seperti layaknya anjing yang sedang kehausan. Aku mencium bau memek yang khas. Aku bisa merasa kalau dia sudah mulai bernafsu, dia tak lagi berontak bahkan dia malah berpegangan ke meja kompor menahan nikmat karena jilatanku yang liar. Dam akhirnya dia pun ikut kerasukan setan.

Dia semakin menunggingkan pantatnya dan mengoyangkannya kearah mukaku. Aku benar-benar menikmatinya apa yang dia lakukan, sesekali kujilati bongkahan pantatnya yang bulat seksi. Domino99

“Aku menyerah kak, kalau niatmu ingin menikmati tubuhku dan memuaskan aku, aku persilakan tapi tolong jaga rahasia ini ya…jangan sampai ayahmu tahu…aku sayang ayahmu…aku tak mau pernikahan kita batal, aku mau tetap mau jadi ibu tirimu…tapi aku minta ini hanya sekali ini saja ya…aku tak mau mengkhianati ayahmu…” keluhnya.

Kemudian tante Hana membalikan badan dan aku berdiri dihadapannya sambil kutatap tajam matanya. Tak kusangka dia tiba-tiba menciumi bibirku dengan liarnya seolah tak ada hari esok lagi. AKupun lantas membalas ciumanya sambil meremas buah dadanya. Tak lama setelah itu langsung saja menganngkat tubuhnya kududukkan diatas meja makan, lalu aku mulai memasukan kontolku ke dalam lubang memeknya.

“Sssttthhhh…aaahhh…nikmat kak…kontolmu benar-benar besar dan keras beda sama punya ayahmu…” rancunya keenakan.

Genjotankupun semakin ganas. Hampir 10menit aku menggenjotnya hingga akhirnya dia meraih orgasme. Tapi aku belum juga mencapai klimaksku.  Agen Domino

“Tante aku belum bisa keluar….” keluhku padanya.

Seperti orang kelaparan dia langsung turun dari meja dan menjilati kontolku dengan ganasnya. Dia benar-benar mahir sponge kontol. Kontolku hampir habis ditelannya. Tak lama kemudian kutekan kepalanya dan…

“Ooooohhh…tanteee aku keluaaaarrr….aahhh…” erangku. Kumuntahkan semua spermaku ke dalam tenggorokannya.

Singkat cerita diapun akhirnya menikah dengan ayahku juga. Aku sangat senang sekali karena hampir sebulan sekali aku selalu mengajaknya ngentot diapun mau karena menurutnya aku yang bisa memuaskannya. Katanya kontol ayahku tak sekeras kontolku. AduQ Online Terbaik


SELESAI

Cerita Sex Bunda Maya Ibu Guruku

 
 PelangiQQ - Pertama kali aku mengenalnya ketika aku sekolah di kota B. Dia salah satu guru yang mengajar di sekolah tempatku belajar. Menurutku sih wajahnya tak begitu cantik, cuma dia neniliki wajah yang keibuan, asal pembaca tau, aku paling suka dengan wanita yang berwajah keibuan. Panggil saja dia bunda Maya. Aku cukup akrab dengannya, baik di lingkungan sekolah, maupun diluar sekolah. Bunda Maya orangnya baik dan cukup perhatian untuk ukuran seorang guru. Bahkan, ketika aku bertengkar dengan pamanku dan memilih untuk kost, dia menawarkanku untuk tinggal dirumahnya. Aku pun mengiyakan tawarnya. Dan itu merupakan awal dari semua hal gila namun indah. Crazy stupid love.Hahahhaa.
Aku selalu mengingat kejadian malam itu. Suami bunda Maya, Pak Anwar dan putrinya ynag bernama Rosa menginap di rumah ibunya pak Anwar karena ibunya tengah sakit. Aku cuma sama bunda Maya yang berada di rumah malam itu. Kami berdua mempunyai banyak kesamaan yang membuat kita cepat akrab. Diantaranya tentang buku dan insomnia. Jadi tak heran meski waktu sudah menunjukan pukul 23.00 kita masih terjaga tiduran di depan Tv.  BandarQ
“Al, kamu gak risih kan, nemenin bunda liat Tv?” tanya bunda.
“Gak kog bun, kenapa tanya gitu bun?” aku balas bertanya.
“Gakpapa, takut aja kalau kamu risih” jawabnya.
Bunda menghela nafas panjang. Dia seperti ingin bercerita tentang sesuatu padaku tapi kelihatannya masih ragu. Akupun lantas bergeser dan berbaring di sampingnya. Bunda Maya hanya tersenyum sambil membelai rambutku dan berkata,
“Dasar kamu kayak bayi gede aja” celetuknya, lalu dia menggelitik pinggangku, akupun tergelak dan membalasnya.
“Udah malem tidur yuk, bunda kelonin ya” katanya. Aku menjawabnya dengan anggukan dan lalu memeluknya.
“Al, kamu tau gak kalau bunda sayang kamu dari pertama kali lihat kamu di sekolahan bunda merasa seperti menemukan anak yang sudah lama hilang” ujarnya. Mendengar itu akupun tersenyum dan kemudian mengecup keningnya.
“Aku juga sayang bunda” balasku.
Aku tahu semua ini berlebihan untuk ukuran guru dan murid. Meski bunda sudah kuanggap sebagai ibuku sendiri dan sebaliknya. Aku sadar ini tak seharusnya terjadi, karena aku meskipun baru berusia 18 tahun, tapi tetap telah menjadi pria dewasa yg matang secara biologis dengan kondisi mental yang tengah labil. Aku sadar aku mulai terangsang karena hangatnya pelukan bunda. Dan secara refleks aku menggerakkan bibirku ketika aku membenamkan kepalaku di lehernya.  BandarQ Online
“Iiih, Al nakal deh, jangan gitu donk” kata bunda mengingatkan.
“Bunda sayang, Aldo ini cowok bunda juga tahu itu. Terlepas dari perasaan yang mengikat kita seperti ibu dan anak, aku juga terangsang kalau dipeluk kayak gini.” jelasku. Mendengar penjelaskanku, bunda hanya tersenyum dan lalu mengecup keningku.
“Iya, tapi asal jangan sama cewek lain ya kasian mereka nanti malah jadi korbanmu”
Dan mulai saat itum bila pak Anwar dan anaknya menginap di rumah ibunya, aku dan b unda selalu tidur bersamaan. Kami saling berpelukan dan kadang aku iseng menggodanya dengan sentuhan-sentuhan mesra berharap dia akan horny dan meresponnya. Hingga suatu malam aku benar-benar sudah tak mampu mengendalikan nafsuku lagi. Seperti biasa, tengah malam aku dan bunda masih terjaga, kami tiduran, berangkulan. Bunda membelai wajahku, lalu menaruh tanganya di dadaku, dia tersenyum jahil.
“Kamu horny ya Al?” ledek bunda. Aku cuma diam aja dan menatap dalam matanya dan langsung mengecup bibirnya. Bunda menggumam dan berusaha menggerakkan kepalanya. Aku menahan pipinya sambil menghisap bibirnya, rasanya nikmat sekali. Nafas kami mulai memburu. Dan tak kusangka bunda pun akhirnya membalas ciumanku tersebut.
Awalnya ciuman kami pelan seperti sepasang anak muda yang tengah kasmaran, lalu menjadi penuh gairah, saling menghisap dan lidah kami saling berpaut menari-nari di dalam mulut. Lalu aku mulai membelai toketnya yang berukuran gak begitu besar, namun berisi. Kujilati telinganya sampai lehernya, bunda hanya diam terpejam dan melenguh. Tak menunggu lama aku segera mengangkat baju tidurnya dan lalu menghisap putingnya. Bunda pun mendesah dengan menggangkat toketnya keatas. Bunda menjambak rambutku dengan kedua tangannya.  Agen BandarQ
“Ooohhh, Al, enak sayang sedot terus sayang, gigit pelan Al…aaahhh” pinta manja.
Akupun menuruti permintaanya. Bunda mendesah panjang ketika aku mencoba untuk menghisap kedua putingnya secara bersamaan. Setelah itu aku pun dengan segera menarik turun celana tidurnya dan CDnya. Aku langsung membenamkan kepalaku diantara kedua pahanya. Baunya gak aneh dan membuatku sedikit merasakan pusing tapi aku semakin terangsang.
Bunda menjerit pelan ketika aku mulai menjilati klitorisnya.
“Pelan-pelan Al, ngilu sayang” katanya sambil menjambak rambutku.
Namun aku tak mengindahkannya dan terus menjilati klitorisnya dan semua bagian dari memeknya. Cairan bening mulai mengalir dari dalam lubang memeknya, membuatku semakin bernafsu. Lucunya, meski bunda melarang, tapi pinggulnya bergerak naik turun seiring dengan jilatanku. Semakin bunda blingsatan maka semakin bernafsu aku. Kutusukkan lidahku makin dalam, dan bunda pun makin bergerak liar dan mendesah.
“Pintar sekali kamu Al, belajar darimana kamu?” pujinya. Mendengar kata-kata pujian itu aku makin bernafsu.
Aku menjilatinya dengan penuh gairah. Menggigit pelan pahanya. Lalu, yang kuanggap paling gila, ketika aku mengangkat pahanya, menjilati pantatnya dengan rakus. Ku gesekkan lidahku diantara belahan pantatnya. Aku tak peduli soal aromanya atau rasa risih bunda. Meski sedikit menolak, kulihat dia menikmatinya. Bunda mendesah, meremas toketnya sendiri sambil mengusap-usap klitorisnya yang becek. Melihat itu akupun jadi semakin bernafsu. Kembali kujilati lagi lubang memeknya, kusedot dan kureguk cairannya yang sedikit amis, asin dan memabukkan.
“Kamu gak jijik Al? Bunda jadi tambah nafsu melihat aksi nakalmu” tanyanya.
Aku tak menjawabnya, aku terus menjilati dan menusuk lubang memeknya dengan lidahku, sesekali aku meremas kedua bongkahan pantatnya. Bunda terlihat menikmatinya. Dia mengangkangkan kedua kakinya dan mengangkat pantatnya.
Aku tahu apa yang dia inginkan. Namun aku menyuruhnya untuk membalikkan badannya dan menungging.
“Mau kamu apain bunda Al? tanyanya sambil terengah-engah. Aku tersenyum liar dan berkata,
Aku mau bikin bunda lebih binal dan nikmat, bunda nikmatin aja ya”. Tanpa banyak bicara lagi, aku meremas pantatnya, membelah pantatnya.  Domino99
Kulihat analnya yang berwarna merah tua itu mengkerut, lalu kuludahi dan kujilati.
“Arrgghhh…Al…kamu apainj bunda sayang, enak sekali Al…aaahhh…” erangnya sambil terengah, menahan nafas, menikmati apa yg tengah kulakukan. Sambil menjilati analnya, aku membelai lembut memeknya. Bunda mendesah panjang, sambil meregangkan pahanya, lalu kumasukkan kedua jariku kedalam lubang memeknya.
“Aahhh…nikmat sayaaaang…sodokan jarimu Al…tekan yang dalam…ooohhh…aaaahhh” desahnya.
lagi-lagi kuturuti pintanya, kukocok memeknya makin cepat dan aku mulai berani menjejalkan lidahku ke lubang analnya.
Tak lama kemudian, bunda menegang. Analnya terasa mengkerut di lidahku, dan jariku terasa terhempit.
“Aduh Aaaaalll..bunda keluaaaarrr…aaahhhh…” teriaknya. Terasa sekali spermanya menyembur di jari dan tanganku.
Cairan bening rada kental itu juga mengucur dari dalam lubang memeknya. Tak kusia-siakan, lalu aku berbaring diantara belahan pahanya dan mulai meneguk cairan itu. Badan bunda terasa berkedut, sementara aku masih menjilati dan menghisap memeknya.
“Enak sayang…bunda jadi lemes, istirahat sebentar yaa?” katanya. Bunda lantas memutar badannya, mengangkang dan merebahkan tubuhnya diatasku. Tiba-tiba bunda menarik celanaku, menggenggam kontolku dan mengocoknya.
“Sekarang gantian ya Al…” katanya sambil tersenyum. Tubuhku bergetar merasakan ngilu dan nikmat ketika bunda mengulum kepala kontolku. Bunda makin gencar mengoral kontolku.
“Ukurannya kurang gede ya bun?” tanyaku was-was.
“Mmm..mmm…” gumamnya. Aku merasakan kenikmatan yang berbeda ketika dia berusaha berbicara sedang kontolku masih di mulutnya. Tapi kemudian dia melepaskan kontolku dan menjawab,
“Gedean punya bapak sih, tapi bikin sakit tiap penetrasinya, punyamu kayaknya pas deh buat bunda dan gak bau juga” jelas bunda.
“Kog tahu kalau pas?” tanyaku iseng. Bunda tersenyum nakal, lalu membalikkan badannya. Dia menggenggam kontolku, mengesekkan ke memeknya - Domino.
“Kita lihat aja, nanti juga tahu pas atau gak waktu kontolmu masuk ke memek bunda” jawabnya nakal. Akupun menjawab dengan senyuman nakal dan kemudian kupegangi pinggulnya sementara bunda mulai menurunkan pantatnya menekan ke bawah.
Dan “Bleeessss….”
“Sssthhh…aaahh…nikmat Al…pas banget buat bunda…” desahnya. Aku tak bisa menjelaskan dengan baik apa yang kurasa. Hanya kenikmatan yang kurasakan ketika kontolku mulai bergesekkan dengan dinding rahimnya yang licin dan hangat, kontolku serasa dipijit, digenggam oleh gumpalan daging hangat nan basah. Bunda menggerakkan pinggulnya maju mundur. Aku sesekali meremas kedua toketnya, memilin putingnya, kadang menarik-narik putingnya. Keringat kami bercucuran. Kami berdua sama-sama mendesah.
Dan ketika bunda merasa lelah, maka aku yang menyodoknya dari bawah. Mencoba menghujamkan kontolu lebih dalam. Semakin dalam, terasa lebih basah, licin, hangat dan nikmat. Tak lama kemudian aku mulai merasa ada menyeruak dari ujung kontolku.
“Ooohhh…bunda aku mau keluaaarr…” jeritku.
“Tahan sayang….emut puting bunda Al…kita keluar bareng Al…”
Aku mengangguk dan lalu menghisap putingnya. Aku merasa tak bisa lagi menahannya makin lama dan kemudian kubalikan badannya, kuhujamkan makin cepat dan keras. Kuremas dan kuhisap putingnya secara bergantian. Saat itu juga bunda mencengkram pundakku, kedua kakinya melingkar erat dipinggangku. Tak lama kemudian kamu berdua berterik nikmat secara bersama ketika meraih orgasme secara bersamaan. Badan kami menegang,bergetar, berkedut-kedut. Aku terkulai lemas diatasnya. Bunda menjilati leherku, mencium pipiku lalu merangkul leherku.
“Makasih Al, bunda puas banget…benar kata bundakan punyamu lebih pas buat bunda dan yang penting ukuran bukan masalah…” jelasnya. Akupun lantas mencium keningnya, hidungnya dan bibirnya.
“Wah, perjakaku hilang direnggut bunda dong…hahahaha…” kataku menggodanya.
“Bunda sayang kamu Aldo…” ucapnya.
“Aku juga sayang bunda” jawabku. Kami kemudian tertidur dengan berpelukan.  AduQ Online Terbaik
Dan mulai saat itu, kapanpun rumah sepi, kami berdua selalu ngentot. Kami berkomitmen menjadikan ini rahasia berdua dan tak pernah berusaha menyesalinya. Yah, meskipun saat ini, dia memilih menjauh dan menjalani kehidupannya bersama keluarga kecilnya.
SELESAI

Cerita Sex Kisah Ngentotku dengan Mbak Jamu



PelangiQQ - Suatu hari saat aku ke warung membeli rokok, aku berpapasan dengan penjual jamu. Yang membuatku kaget saat melihatnya yaitu wajahnya yang manis dengan body yang bahenol. “Ga salah ni orang semanis dan seseksi ini jualan jamu” tanyaku dalam hati. Kucoba untuk berbicara dengannya.

“Mbak jamu” tegurku.
“Iya mas, mau minum jamu mas?” tanyanya sambil menoleh.
“Iya, tapi minumnya ga disini di rumahku aja yuk” ajakku dan dia pun mengikutiku dari belakang. Sesampainya di rumah mbak jamu melihat sekeliling rumahku dan berkata,
“Waaahh rumahnya nyaman ya mas” ujarnya.
“Jamu yang bagus tuh jamu apa mbak?” tanyaku.
“Lha mas maunya untuk apa, apa untuk pegel linu, masuk angin atau jamu kuat” jelasnya.
“Maksudnya kuat apaan mbak?” tanyaku penasaran.
“Ya kuat segalanya mas” katanya sambil melirik nakal kearahku. “Genit juga nih penjual jamu” batinku.
“Ya udah kalo gitu aku minta jamu kuat aja deh mbak, biar kuat melek bikin skripsi” ucapku.
Waktu itu aku belum mempunyai keberanian untuk menggodanya kearah hal yang berbau porno. Dan sejak saat itu mbak jamu jadi sering menghampiriku.  BandarQ

“Mas kemarin kemana, aku mampir sini rumahnya sepi. Kuketok pintunya berkali-kali ga ada yang buka” tanyanya.
“Aku kemarin seharian di kampus dari pagi sampai sore ada kuliah” jawabku.
“Ini mas tak bikinin jamu kunyit asem bagus buat anak muda biar kulitnya cerah dan jauh dari penyakit” ujarnya.
“Oya mbak suamimu dimana?” tanyaku iseng.
“Aku udah ga punya suami mas, kalo punya suami ngapain ribet jualan jamu segala” jawabnya.
“Kalo anak mbak?” tanyaku lagi.
“Belum punya mas, lha wong dulu suamiku umurnya jauh lebih tua dari saya, mungkin bibitnya udah habis kalik ya” jawabnya lagi.

Dari obrolan-obrolan kita lama kelamaan aku dan mbak jamu jadi akrab. hampir setiap hari membeli jamunya. Kadang pas aku ga punya uang buat beli, dia dengan senang hati tetap membuatkan saya jamu. Dia juga sudah tak canggung lagi untuk masuk ke rumahku. Bahkan dia sering numpang ke kamar mandi.

Mbak Desi begitulah namanya yang baru kuketahuai setelah beberapa kali mampir ke rumahku untuk menjajakan jamunya.

Kini usianya memasuki 28tahun. Dia berawal dari Solo. Mbak Desi sudah mengganggap rumahku sebagai rumahnya yang kedua. Dia selalu protes keras kalo aku tak berada di rumah. Semula dia mengunjungiku sekitar pukul 2 siang tapi kini dia datang sekitar pukul 5 sore. Dia mampir ke rumah kalo dagangan jamunya sudah hampir habis, paling-paling tinggal sisa 1 gelas yang dia sisakan khusus buatku. Rumahku dijadikannya terminal terakhir.

Kini mbak Desi makin berani. Dia tak lagi menggunakan kamar mandi untuk buang hajat saja, tapi kini dia malah sering mandi juga. Sampai sejauh ini aku masih menganggapnya sebagai kakakku saja, begitu sebaliknya. Namun kalo menurut pikiran nakalku sebenarnya aku pengin sekali menikmati tubuh mbak Desi. Tapi aku belum berani untuk memulainya. Aku hanya berani mengintip saat dia lagi mandi dari celah dinding yang sedikit bolong dan itu membuat batang kontolku jadi mengeras. Aku masih terus saja mencari akal untuk memulainya hingga pada sore itu.  BandarQ Online

“Mas, kalo aku nginep sini boleh ga?…aku mau pulang sudah kesorean lagian rumahku agak jauh dari sini..aku besuk kayaknya ga jualan badanku rasanya capel sekali…” katanya beralasan tanpa saya tanya.
“Tapi mbak tempat tidur saya cuma 1 aja” kataku.
“Tiker punyakan mas, nanti biar aku tidur di tiker aja, mas yang tidur di kasur”
“Beneran nih?” kataku dengan perasaan gembira. Karena kupikir inilah kesempatan untuk menyergapnya.
“Iya mas beneran gapapa kog” katanya.

Tanpa ada rasa canggung dia pun masuk kamar mandi dan mandi sepuasnya. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali mengintipnya. Terlihat badannya mulus bahenol walaupun kulitnya tidak putih, tetapi bentuk tubuhnya sangat sempurna sangat bahenol sebagai seorang wanita. Sayang dia miskin, kalau kaya mungkin bisa jadi bintang film, pikir ku.

Ukuran toketnya lumayan besar, mungkin ukuran 36, pentilnya agak kecil dan bulu jembutnya tebal sekali. Mungkin ada hubungannya dengan kumis tipis yang ada di atas bibirnya itu. Selesai mandi, kini giliranku masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Aku nggak tahan, sehingga kesempatan mandi juga kugunakan untuk coli.

“Mas mandinya kog lama banget sih, ngapain aja?” tanyanya mengagetkanku.
“Ni mbak aku sekalian keramas biar badan seger” jawabku.
“Mas udah aku bikinkan kopi panas cepatan keluar keburu kopinya dingin” katanya.
“Iya” jawabku singkat.

Malam itu kami berdua ngobrol banyak hal, aku berusaha mengorek informasi sebanyak mungkin mengenai dirinya.  Agen BandarQ

“Oya mas, kamu suka dipijet ga?” katanya tiba-tiba.
“Jelas suka donk” jawbaku.
“Yaudah kalo gitu sini biar aku pijetin” ucapnya.

Tanpa menunggu terlalu lama aku segera menuju ke kamar dikuti mbak Desi. Sesamp;inya di kamar aku langsung melepas baju yang kukenakan, yang tersisa hanya tinggal CDku saja. Biar menambah ketenangan kumatika lampu kamarku sehingga suasana kamar jadi agak remang-remang. Nggak nyangka sama sekali, ternyata mbak Desi pinter sekali memijat. Dia menggunakan cairan body lotion yang dibawanya untuk melancarkan mengurut. Aku benar-benar pasrah. Meski batang kontolku sudah ngaceng berat, tapi aku nggak berani kurang ajar. Cilakanya mbak Desi ini tidak canggung sedikit pun merambah seluruh tubuhku sampai mendekati batang kontolku. Beberapa kali malah ke senggol sedikit, membuat jadi tambah tegang aja.

“Mas celananya dibuka aja biar ga kena cream” katanya.
“Terserah mbak Desi aja deh” kataku pasrah. Dengan cekatan dia memelorotkan CDku. Sehingga aku kini jadi telanjang bulat.
“Mbak Desi ga risih liat saya telanjang?” tanyaku.
“Ga mas biasa aja, soalnya dulu aku sering memijat suamiku…dia juga yang ngajari aku pijet” jawabnya.

Nafsuku seakam-alam tak bisa kubendung lagi, apalagi saat jemari tangannya menyenggol batang kontolku. Dia lama sekali memijat bagian dalam pahaku, tempat yang paling sensitive dan paling merangsang. Diotakku masih saja berpikir gimana caranya untuk memulainya dulu. Setelah sekitar satu jam aku tidur telungkup dan berpikir, mbak Desi menyuruhku untuk terlentang. Tanpa ragu, tanpa rasa malu dan tanpa basa-basi aku segera membalikkan badanku. Otomatis batang kontolku yang sedari tegang jadi terlihat jelas berdiri dengan gagahnya.

Apesnya meskipun mbak Desi melihat batang kontolku yang sudah tegang dia tetap cuek saja. Dia tetap tenang memijit dan tak sedikitpun berkomentar mengenai kontolku. Kaki kiri, kaki kanan, paha kiri, paha kanan, kepala tangan kiri, tangan kanan, lalu perut. Bukan sampai perut saja tetapi kontolku pun tak luput dari pijatnya juga. Aku melenguh.  Domino99

“Aduh mbak”
“Kenapa mas?” katanya agak manja.
“Aku ga tahan mbak, udah ngaceng berat nih” kataku.
“Oh, gapapa mas, itu tandanya mas masih normal” jawabnya santai.
“kalo gitu mas tengkurep lagi aja, istirahat sebentar, aku mau ke kamar mandi dulu” katanya.

Lama sekali dia di kamar mandi, sampai akhirnya aku tertidur dalam keadaan telungkup dan telanjang. Tiba-tiba aku merasa ada yang menindihku dan kembali kurasakan pijatan di bahu. Dalam keadaan setengah sadar kurasakan ada sesuatu yang agak berbeda. Kenapa punggungku yang didudukinya terasa agak geli. Kucermati lama-lama aku sadar yang mengkibatkan rasa geli itu adalah bulu-bulu apa mungkin mbak Desi sekarang dalam keadaan telanjang memijatiku. Karena masih penasaraan kutolehkan kepalaku ke belakang dan ternyata benar dugaanku. Tetapi aku diam saja tidak berkomentar. Kunikmati usapan bulu jembut yang lebat itu di punggungku. Kini aku sadar penuh, dan kontolku yang dari tadi bangun meski aku sempat tertidur makin tegang. Wah kejadian deh sekarang, pikirku dalam hati.

“Balik badan lagi mas” pintanya setelah dia turun dari punggungku.

Aku lantas membalikkan badanku dan ruangan jadi gelap sekali. Ternyata semua lampu dimatikannya. Aku tidak bisa melihat mbak Desi ada dimana. Tiba-tiba dia kembali memijat kakiku lalu duduk di atas kedua pahaku. Dia terus naik memijat bagian dadaku dan seiring dengan itu, jembutnya berkali-kali menyapu kontolku. Kadang dia menindih kontolku dan dia melakukan gerakan maju mundur. Beberapa saat kemudian aku merasa mbak Desi mengambil posisi jongkok dan tangannya memegang batang kontolku. Pelan-pelan dituntunnya kepala kontolku memasuki lubang memeknya.

Aku pasrah saja dan sangat menikmati dominasi perempuan. Lubang memeknya terasa angat sekali dan pelan-pelan seluruh batang kontolku masuk ke dalam lubang memeknya. Mbak Desi lalu merebahkan dirinya memeluk diriku dan pantatnya naik turun, menggenjot kontolku dengan ganasnya. Dan saking ganasnya kontolkun kadang sampai lepas keluar dari dalam memeknya. Lalu dituntunnya lagi masuk ke lubang yang diinginkan. Karena aku tadi sudah coli dan posisiku di bawah, aku bisa menahan agar mani ku tidak cepat muncrat. Gerakan mbak Wati makin liar dan nafasnya semakin memburu.  Agen Domino

Tak lama kemudian mbak Desi menjerit tertahan dan menekan sekuat-kuatnya memeknya ke kontolku. Dia berhenti bergerak dan kurasakan lubang memeknya berdenyut-denyut. Mbak Desi telah mencapai orgasmenya yang pertama. Dia beristirahat dengan merebahkan seluruh tubuhnya ke tubuhku. Jantungnya terasa berdetak cepat. Aku kemudian mengambil alih dan membalikkan posisi tanpa melepas kontolku dari lubang memeknya. Kuatur posisi dan mencari posisi yang paling enak dirasakan oleh memek mbak Desi. Aku pernah membaca soal G-spot. Titik itulah yang kucari dengan memperhatikan reaksi mbak Desi.

Akhirnya kutemukan titik itu dan kuserangan terus. Kukonsentrasikan pada titik itu sambil memaju dan memundurkan kontolku. Mbak Desi mulai melenguh-lenguh dan tak berapa lama dia berteriak, dia mencapai klimaks tertinggi sementara itu aku juga sampai pada titik tertinggi ku. Kubenamkan batang kontolku sedalam mungkin dan bertahan pada posisi itu sekitar 5 menit. Kontolku berdenyut-denyut dan memek mbak Desi juga berdenyut lama sekali.

“Makasih ya mas, saya belum pernah main seenak ini” katanya.
“Sma-sama mbak” jawabku.
“Aku lemas dan ngantu sekali mas” katanya.
“Ya udah kamu tidur aja dulu” ucapku.

Aku lalu bangkit dari tempat tidur dan masuk kamar mandi membersihkan kontolku dari air mani yang belepotan. Kemudian aku pun tidur. Paginya sekitar pukul 5 aku bangun dan ternyata mbak Desi tidur di sampingku. Kuraba memeknya, lalu kucium, tanganku bau sabun. Berarti dia tadi sempat bangun dan membersihkan diri lalu tidur lagi.
Kuhidupkan lampu depan sehingga kamar menjadi agak remang-remang. Kubuka kedua kakinya. Aku tiarap di antara kedua pahanya dan kusibakkan jembut yang lebat itu untuk memberi ruang agar mulutku bisa mencapai memeknya.

Lidahku mencari posisi klitoris mbak Desi. Perlahan-lahan kutemukan itil itu. Kujilati itilnnya dan lama-lama mulai mengeras dan makin menonjol.

“Mas ngapain sih, jijik mas udah mas” katanya sambil mendorong kepalaku, tapi kutahu tenaganya tidak sunguh-sungguh karena dia juga mulai mengelinjang. Tangannya kini tidak lagi mendorong kepalaku, mulutnya berdesis-desis dan diselingin teriakan kecil manakala sesekali kugigit itilnya. Pinggul mbak Desi yang bahenol mengeliat seirama dengan gerakan lidahku. Tangannya kini bukan berusaha menjauhkan kepalaku dari memeknya tetapi malah menekan, sampai aku sulit bernafas.

Selang beberapa menit tiba-tiba dia menjepitkan kedua pahanya ke kepalaku dan menekan sekeras-kerasnya tangannya ke kepalaku untuk semakin membenam. Memeknya berdenyut-denyut. Dia mencapai klimaks. Beberapa saat kupertahankan lidah ku menekan itilnya tanpa menggerak-gerakkannya.

Setelah gerakannya berhenti aku duduk di antara kedua pahanya dan kumasukkan jari tengah ke dalam memeknya kucari posisi G-spot, dan setelah teraba kuelus pelan. Dengan irama yang tetap. Mbak Desi kembali menggerakkan pinggulnya yang bahenol dan tidak lama kemudian dia menjerit dan menahan gerakan tanganku di dalam memeknya. Lubang memeknya berdenyut lama sekali.

“Iiiihhh mas ternyata pinter sekali ya…mas nakal…” ucapnya manja.
“Mas tadi kog ga jijik sih jilati memekku. Aku belum pernah lho digituin. Rasanya enak juga ya” katanya.

Mbak Desi bercerita ketika berhubungan dengan suaminya yang sudah tua dulu hanya hubungan yang biasa saja dan itu pun mbak Desi jarang sampai puas. Dia mengaku belum pernah berhubungan badan dengan orang lain kecuali suaminya dan diriku.

“Pantesan memeknya enak sekali…masih sempit” kataku.
“Ma lupa ya kalo aku penjual jamu…ya jadiya memekku terawat dong…hahaha…” jawabnya sambil tertawa kecil.
“Sekarang gantian ya mbak, kontolku kamu kulum” kataku.
“Tapi mas, aku ga bisa” ucapnya.
“Udah tenang aja nanti aku ajarin” kataku.

Kusuruh mbak Desi mengambil posisi jongkok diantara kedua pahaku dan kusuruh dia mengulum kontolku. Pelan-pelan dia mulai memasukkan ujung kontolku ke mulutnya. Dia berkali-kali merasa mau muntah, tetapi terus berusaha mengulum kontolku. Setelah terbiasa akhirnya dikulumnya seluruh batang kontolku sampai hampir mencapai pangkalnya. Aku merasa kepala kontolku menyentuh ujung tenggorokkannya.

Dia memaju-mundurkan batang kontolku di dalam kulumannya . Kuinstruksikan untuk juga melakukannya sambil menghisap kuat-kuat, dia menuruti semua perintahku. Bagian zakarnya juga dijilatnya seperti yang kuminta. Dia tidak lagi mau muntah tetapi mahir sekali. Setelah berlangsung sekitar 15 menit kini aku perintahkan dia tidur telentang dan aku segera menindihnya. Kuarahkan batang kontolku ke lubang memeknya. “Bleeessss…”  AduQ Online Terbaik

“Kontolmu enak sekali mas…memekku rasanya penuh sekali” ucapnya.

Kugenjot terus sambil konsentrasi mencari titik G. Tidak sampai 5 menit mbak Desi langsung berteriak keras sekali. Dia mencapai orgasme tertinggi. Sementara aku masih agak jauh. Setelah memberi kesempatan jeda sejenak, mbak Desi kusuruh nungging dan kami melakukan dengan Dogy Style. Rupanya pada posisi ini titik G mbak Desi tergerus hebat sehingga kurang dari 3 menit dia berteriak lagi dan aku pun mencapai titik tertinggi sehingga mengabaikan teriakannya dan kugenjot terus sampai seluruh air maniku habis di dalam memek mbak Desi.

Kemudian kami berdua tidur lemas. Sekitar jam 8 pagi kami terbangun dan bersepakat mandi bareng. Tubuh mbak Desi memang benar-benar sempurna sangat bahenol, toketnya besar menantang, pinggulnya besar dan pinggangnya ramping sungguh bahenol. Setelah malam itu mbak Desi jadi sering menginap di kamarku. Sampai satu hari dia datang dengan muka sedih.

“Mas, aku disuruh pulang kampung mau dikawinkan sama pak Lurah” katanya dengan muka mewek.
“Aku berat sekali mas pisah sama mas, tapi aku ga bisa nolak keinginan orang tuaku” katanya lagi.

Malam itu sebelum mbak Desi pulang kampung dia nginap kembali di kamarku dan kami ngentot habis-habisan. Seingat saya malam itu kami sampai main 7 ronde. Sehingga badan ku lemas sekali.

SEKIAN

Kamis, 21 Desember 2017

Senang nya bermain dengan Om""

PelangiQQ - Aku tugas ke kota Semarang untuk ngurusin kerjaanku, aku ngebut ngerjain kerjaan sampe ampir gak tidur supaya kerjaan cepet beres dan aku bisa santai disana, kebetulan hari ini malming, jadi pas bener. kerjaan selesai, malming pula. Malem itu di lingkungan komplex perusahaan ada hajatan, daripada bengong di hotel aku kesana aja, siapa tau dapet kenalan amoy cantik kan. setting ruangannya adalah dengan meja bundar dan beberapa kursi mengelilinginya.

Karena kenal dengan panitia hajatan, aku dikasi meja yang dekat dengan panggung sehingga bisa menikmati hiburan yang sedang berlangsung. Hiburan malam itu adalah dangdutan, ya lumayan lah dalam hatiku berkata, dari pada suntuk terus capek di hotel. Penyanyinya juga enak-enak dipandang, lumayan cantik-cantik sexy pula. Ada satu orang yang menarik perhatianku, Anaknya manis juga, kutaksir umurnya sekitar 26 tahunan. Dia pake dress mini ketat warna merah maron membungkus toket dan badannya sampe paha. Toketnya Merangsang juga si ngeliatnya. Apalagi dia pinter banget ngegoyang pinggulnya mengiringi irama dangdut yg sedang dinyanyikannya.

"Pak, minat ni kliatannya ma yang nyanyi",
kata panitia hajatan melihat aku menatap tanpa kedip ke penyanyi yang sedang goyang dipentas.
"Ah, bapak tau aja".

"Ya tau lah pak, natapnya aja tanpa kedip. Ntar kalo dia dah slesai nyanyi saya suru nemenin bapak ya. Tanya aja ma anaknya, kalo dia mau ya bawa aja pak".
Hebat banget ni servis panitia ke aku, padahal aku cuma tamu biasa, mungkin karena dateng dari head office jadi dapet fasilitas. Tu penyanyi nyanyi beberapa lagu, dari dangdut brubah ke lagi pop terus ke lagu cinta, suaranya mendayu2, goyangannya gak seseru goyang dangdutnya.

Akhirnya slesai juga dia nyanyi. Dia menghilang ke balik panggung, tapi tak lama kemudian menghampiri aku diantar si panitia tadi.
"Om mo ditemenin ya".
"Iya, kamu dah gak nyanyi lagi?"
"Udah selesai nyanyinya kok om, om siapa?"
aku menyebut namaku,
"kamu siapa".
"Ikif om".
“kamu seneng nyanyi ya?”
"Ya seneng nyanyinya ya seneng honornya".
"Mangnya buat apa honornya?"
"Ya buat kebutuhan sehari-hari lah om, kan kerjaanku ya ini om".
"Kita keluar yuk, cari tempat santai buat ngobrol".
"Bole om".
"Gak buru2 mesti pulang kan?"
"Ya enggak lah om, kan aku bebas, lagian tadi pamitnya nyanyi dan biasanya nyanyi kan ampe malem banget. Mangnya om mo bawa Ikif kemana s?i".
"Jalan aja yuk".

Aku ngajak Ikif keluar, cari taksi, menuju ke pub deket hotelku. Disana kita ngobrol aja sembari dengerin live music yang diabawakan oleh band setempat. aku pesen minuman beralkohol,
"kamu gak apa kan kalo minumannya ada alkoholnya dikit".
"Gak apa om, tapi jangan banyak2, ntar Ikif mabuk lagi"
Aku seneng melihat wajah cantiknya yang masi tampak penyanyi banget, matanya yang menawan, hidungnya mancung dan bibirnya yang imut merah merekah. Rambutnya yang tergerai sampe ke bahu diwarnai kepirangan, yang ngetrend dikalangan para amoy.
"Kif, kamu cantik deh".
"Om mulai deh gombalnya".
"beneran, cantik, masi penyanyi banget lagi".
"Om suka kan ma penyanyi kaya Iki?f".
"Suka banget".
"Sering jalan ma penyanyi ya ditempat om sana?".
"Suka juga".
"Om ngapain kalo ngajak penyanyi?"
"Ya jalan aja, denger musik, minum2".
"Cuma itu aja?"
"Mangnya kamu mo diajak kemana, ya udah ayuk deh".
Aku mengajaknya meninggalkan pub menuju ke hotel. Dia diem aja waktu kuajak masuk ke kamarku.
 "Kamu suka ya pacaran dikamar". Dia mengangguk,.
"Ma sapa?pacar kamu?" Kembali dia ngangguk.
"Sampe maen?" anggukan kembali.
"Sering?"
"Tiap malming om".
"Trus ari ini kok enggak?"
"Dia lagi ke ibu kota".
"Ngapain".
"Ngurus kerjanya".
"Kok kamu mau di ajakin maen?”
“Maen gituan lah”
“abis dia maksa si om".
"Trus".
"Ya keterusan om, abis enak si".
"Trus kok mau aku ajak ke kamar".
"Ikif pengen ngerasain maen ma om om, kata temen Ikif nikmatnya beda kalo maen ma om om".

aku memeluknya dan mencium bibirnya. Ikif menyambut ciumanku, lidah kami saling melilit. Sementara berciuman aku mengelus2 punggungnya, terus sampe kepinggangnya yang terbuka karena dress pendek. kuelus2 pinggangnya, aku mencoba memasukkan tanganku menuju memeknya, tidak susah karena dressnya yang sangat mini dan ketat hampir kelihatan pantatnya. Ku elus lembut dan kuteken masuk tanganku masuk kedalam memeknya dari luar cd. Ikif malah sengaja menggesek2kan memeknya ke tanganku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
"Om, rasanya ngeganjel de, om punya besar ya".
 "Liat ja ndiri". Dia memegang kontolku

Ikif duduk disofa, aku duduk disebelahnya, aku mencium bibirnya lagi, dia menyambut ciumanku dengan napsu juga, tangannya mulai mengelus selangkanganku. aku gak mo kalah, toketnya yang baru numbuh pun kuremas pelan. Dia rupanya dah gak sabaran,
"Ikif pengen liat kontol om, kayanya gede banget deh".
"Buka ja".

Diapun membuka ban pinggangku, kemudian kancing celanaku dilepas dan ritsluiting diturunkan. Segera tangannya merogoh kedalam cdku.
"Wuih om gedenya, kirain kontol cowok Ikif dah gede banget, gak taunya kontol om lebi gede lagi. Pasti om kuat ngen totnya ya".

"Kok kamu tau si, mangnya perna maen ma om om?".
"Kata temen om, dia perna di entot ma om yang kontolnya kata dia gede banget, ampe lemes udahannya, si om gak puas2nya ngentotin temen Ikif tu". kontolku diremes dan dikocoknya pelan. kontolku yang masih ngaceng dengan kerasnya mengangguk2. Dia sepertinya napsu juga liat kontolku.
"Keras banget om", katanya sambil makin keras meremas kontolku dan terus dikocok2.

ngacengnya sudah keras banget. Aku udah gak sabar pengen merasakan kontolku keluar masuk memeknya. Aku menyuruhnya melepas celanaku sedang aku melepas bajuku, sehingga aku dah berbugil ria. Aku memeluknya serta mencium bibirnya. Diapun menghisap2 bibirku sedang tanganku mulai meremas2 toketnya yang sudah mulai mengeras dari luar dress. Tanganku nyelip kedalam branya dan memlintir pentilnya yang imut, yang juga sudah mengeras.
"Kif sudah napsu ya, pentilnya sudah keras. memek kamu pasti udah basah ya Kif", kataku lagi.
"Terus dikocok Kif" desisku. Aku sekarang berbaring.

kontolku mulai dijilat, dikocok sambil diremas biji pelernya.
"Ikif isep ya kontol om",
katanya sambil menurunkan kepalanya dan memasukkan kontolku ke mulutnya.
 "Ohh sshh, nikmat banget Kif"
erangku. Dia menjilati kepala kontolku, diisep sambil terus dikocok2. Sesekali dimasukan sedalam mungkin kedalam mulutnya sambil dikenyot.
"Oohh, enak banget Kif"
teriakku keenakan. Dia berhenti menghisap kontolku tapi terus dikocok2.
"Isep lagi Kif, isep lagi, enak banget"
 kataku. Kembali kontolku dikocok sambil dipelintir pelan.
 "sshh, ohh, eennaakk bbannggett Kif. enak banget, terus Kif", desisku. Dia terus melakukan aktivitas tangannya.

"Kif isep lagi donngg..jangan pake tangan aja..ayo donk Kif" pintaku.
Dia hanya tersenyum dan mulai menghisap lagi. Kali ini benar benar hot isapannya, kepalanya bergoyang kekiri kanan dan naik turun berkali kali sementara tangannya terus mengocok dan memutar batang kontolku.
"Kif aku mau keluarr nih" kataku. Badanku mulai menegang. Dia terus menghisap kontolku sambil terus memutar dan mengocok batang kontolku yang makin menegang keras.
 "Terus Kif, isep terus" jeritku. Dia terus menghisap kontolku dan akhirnya
"ccrreett.. ccrreett.. ccrreett..", pejuku muncrat dimulutnya.

kontolku terus dihisapnya. Aku ngecret 5 kali didalam mulutnya. pejuku diludahkan dan dia membersihkan mulutnya yang belepotan sisa pejuku. Aku duduk disebelahnya dan mencium pipinya
 "Makasih ya Kif, enak banget deh" kataku sambil mencium pipinya lagi.
"Mulut atas aja dah segini enaknya, apalagi yang bawah ya".
". Ya udah om istirahat dulu, Ikif mau ambil minum dulu, mas mau minum apa?" tanyanya sambil membuka lemari es.
"Apa aja deh, nanti juga aku minum" jawabku.

Dia mengambil aqua botol dari lemari es, dibukanya tutupnya dengan pembuka botol yang tersedia dan dituangnya ke dua gelas. Aku dan dia minum segelas langsung tandas.
 "Cape ya om. Tadi pejunya ngecrotnya banyak si".
"aku kan rutin minum jamu2an pasak bumi Kif, jadi kalo dah ngaceng susah banget rebahnya. Bawaannya mau tegak terus. Kalo tegak terus kan kudu dimasukin kan".
 "Sekarang dah pengen maen ama Ikif", tanyanya menggoda.
 "Istirahat dulu ya Kif". Aku segera menedu ramuan jamuku.
"Buat persiapan ngerjain Ikif ya om".

"He eh. kamu dah pengalaman maen ama cowok kamu ya Kif?".
"Iya om, skarang Ikif pengen ngerasain kontol gede om kluar masuk memek Ikif".

Aku memeluk pinggangnya serta mencium lehernya.
"Sshh" dia mendesis.

Aku meraba toketnya, kuremasnya pelan. Dia mulai mengerang. Dia kutelentangkan diranjang, bibirnya kulumat. Dia balas mencium dengan penuh napsu. kontolku dielus dan dikocok lagi, sampe keras sekali. Aku terus meremas toketnya dan mulai menjilati lehernya lalu turun dan terus turun mencium belahan dadanya.
"teruuss, buka dressku om, bbuukkaa!" katanya setengah berteriak.
Aku terus turun menciumi belahan dadanya sambil gosok2 selangkangannya.
 "aayyoo om buka!" teriaknya.

Kembali aku mencium bibirnya. Dia membalas ciumanku dengan penuh napsu. Aku menjilati telinganya. toketnya kembali kuremas2. Tanganku satunya terus menggosok selangkangannya.
"Buka donk, sshh, Ikif udah ngga tahan nih" desahnya.
Aku terus saja melakukan aktivitasku.

"Om jahil ya" katanya sambil mencium bibirku dengan hot.
kontolku mulai diremas dan dikocok.

"Isep Kif. aku pengen diisep lagi", kataku sambil sedikit menarik kepalanya mendekati kontolku.
Dia terus mengocok sementara mulut dan lidahnya terus menghisap dan menjilat kontolku. Aku tidak tahan lagi, segera dia kutelentangkan, sambil mencium lehernya. toketnya kuremasa dan tangan satunya meraba selangkangannya.
"Masukin om. Ikif udah ngga tahan lagi" desisnya.

Aku melepaskan dress nya. Dia mengangkat tangannya keatas supaya aku mudah melepaskannya. Kemudian kancing celananya kubuka dan kutarik celananya kebawah. Dia mengangkat pantatnya untuk mempermudah lepasnya celananya.

"Wah kamu merangsang sekali Kif", kataku sambil menciumi belahan toketnya.
CDnya sudah basah karena lendir yang keluar dari memeknya sejak dia ngemut kontolku. Tanganku menjalar kebelakang punggungnya dan melepas kaitan branya, gak lama kemudian CDnya menyusul. Dia juga dah telanjang bulat seperti aku. Aku memandangi tubuh telanjangnya yang masi penyanyi banget, Toketnya baru menyembul dihiasi dengan sepasang pentil imut yang berwarna pink. Jembutnya yang halus, lumayan lebat mengitari memeknya yang juga erwarna pink, tembem, siap menjepit koktolku kalo aku mencoblosnya. toketnya langsung kuisep,

 "iisseepp pentilnya, om" desahnya.
Kemudian dia mendorong kepalaku kebawah,
"Jilat memek Ikif om", desahnya keenakkan karena aku sudah menjilati itilku dan menumpangkan kaki kirinya kepundakku.

Aku terus menjilati memeknya dan memasukan lidahku dalam-dalam.
"tteerruuss om, yang dalem. Oohh Ikif uuddaahh mmauu klluuaarr nniihh" jeritnya sambil terus menekan kepalaku. Aku terus menghisap dan menjilati memeknya.
 "Ikif nyampe om, isep tteerruuss memek Ikif" , dia bergetar dan menggelinjang menikmati jilatan-jilatan lidahku di memeknya.

dia yang sedang telentang langsung kunaiki. Aku mengesek-gesekan kontolku di memeknya, langsung saja napsuku bangkit lagi
"masukin om, mmaasuukiin dong" desahnya berulang kali.
Aku membalikkan tubuhnya dan sehingga dia tengkurap. Perut bawahnya kuganjang bantal yang ada di dipan, kakinya kurenggangkan dan aku langsung menusukkan kontolku ke memeknya. Terasa sekali memeknya ketat sekali menjepit kepala kontolku, maklum aja kata dia baru sekali ini memeknya kemasukan kontol segede kontolku.

"aahh om, eennaakk baannggeett" desahnya,
"memek Ikif kudu nganga lebar banget mo nelen kontol om, gede banget sih". Aku menggenjotnya semakin cepat. Karena napsunya yang sudah bangkit lagi, dia merasakan sudah akan nyampe.

Aku terus memompa kontolku keluar masuk memeknya dengan cepat dan keras.
"Terus om, enjot Ikif yang keras om, ach" desisnya,
"bener temen Ikif, nikmat banget deh dienjot kontol segede kontol om".
Akhirnya dia nggak tahan lagi dan "Om, Ikif nyampee, aahh", jeritnya,
badannya sampe bergetar saking nikmatnya. Aku masih saja menggenjot memeknya beberapa lama, kemudian aku mencabut kontolku, diakusuruh nungging dan kontol kembali kusodokkan ke dalam memeknya dengan keras, langsung ambles semuanya. Nikmat sekali rasanya. Kembali aku mengenjotkan kontolku dari belakang keluar masuk memeknya dengan keras. Berulang kali aku mengenjot kontolku sehingga mentok di memeknya.

"Kif. aku mau ngecret" jeritku.
"Bareng ya om, Ikif keluar",
dia menjerit panjang sementara aku makin memperkeras enjotanku. Akhirnya
"Kif, aku mau ngecret", jeritku dan pejuku kembali muncrat, kali ini membanjiri memeknya. Terasa sekali semburan pejuku beberapa kali dimemeknya.

Dia telungkup dan aku menindihnya. Aku kemudian telentang, dia juga. Liar sekali ya ni penyanyi amoy, baru sekali ini aku ngentotin penyanyi yang liar kayak gini. Gak apa2 si, yang penting kan nikmat banget. Tak lama kemudian aku tertidur, diapun tertidur juga.

Ketika dia terbangun, dia segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri dibawah shower. Aku mengikutinya dan memeluknya dari belakang. Dibawah shower kita saling berpelukan, saling menyabuni. toket dan kontol menjadi sasaran, mulanya dielus, akhirnya diremes2. kontolku keras lagi karena terus saja diremas dan dikocoknya. Aku duduk diatas toilet, kontolku sudah tegak mengacung keras. Dia duduk membelakanginya, kaki dikangkangkan dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Terasa sekali, perlahan kontolku mulai lagi menyesaki memeknya. Aku menyodokkan kontolku dari bawah keluar masuk memeknya.

"Om, genjot yang cepet om", rintihnya saking nikmatnya.
Pinggulnya digoyang dengan liar mengiringi keluar masuknya kontolku di memeknya. Aku meremas2 toketnya sambil menarik tubuhnya kebelakang. Aku mencium bibirnya dan dia membalas ciumanku. Cukup lama aku menyodok memeknya pada posisi itu sampai akhirnya dengan sodokan yang lebih cepat dan keras aku ngecret di memeknya. Diapun nyampe bersamaan dengan muncratnya pejuku.
"Sst om"

jeritnya dan aku memeluk dia dengan erat. Hingga beberapa saat aku masih memeluknya, dia menikmati sensasi itu dengan berciuman lembut.

"Trim's ya om, om sudah membawa Ikif ke surga kenikmatan", katanya.
"aku juga merasa nikmat sekali ngenjot kamu. memek kamu jauh lebih nikmat dari memeknya penyanyi laen yang perna aku en totin, mana kedutan nya kerasa banget lagi", kataku memuji.

Selesai maen dan mandi, aku pesen sarapan dari room service. Aku pesen nasi goreng buat aku dan dia serta 2 cangkir teh panas manis. Karena room service melayani pesanan 24 jam, sebentar saja pesananku dah dianter, maklum masi pagi buta, jadi gak ada tamu laen yang pesen rupanya. Selesai makan aku duduk di sofa dan mengajaknya duduk disebelahku. Kemudian kucium bibirnya, dia membalas ciumanku dan menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku. Aku mengemut lidahnya dan aku sudah mulai meremas2 toket imutnya, pentilnya kuplintir2. Diperlakukan seperti itu napsunya bangkit kembali. pentilnya kuemut,
" Om terruss emut pentil ikif om. enak".

Dia segera menyambar kontolku, diremas2, dikocok2 sampai akhirnya menegang lagi.
"Om hebat deh, baru ngecret dimemek Ikif, dikocik bentar dah ngaceng lagi, keras banget lagi, terusin diranjang yuk", katanya sambil bangun.
Aku tidak membawanya ke ranjang tapi menelentangkannya di sofa.
"Buat variasi ya Kif",

kataku sambil mulai mengelus itilkunya. Pahanya otomatis mengangkang dan diletakkan dipundakku ketika itilkunya kukilik2 dengan jari, memeknya mulai basah lagi.
"Om, kalau gini terus Ikif rasanya mau pingsan kenikmatan".
Kemudian aku mulai menjilati memeknya. Aku tau kalo dijilat memeknya pasti napsunya lebih berkobar2 lagi.

"aduhhh Ikif nggak kuat, 0m, masukkin om".
Dia mengangkat kakinya dan mengangkang lebar2. Aku segera mengamblaskan kontolku ke memeknya. memeknya berkedut2 ketika kemasukan kontolku yang keras itu.
"Enjot yang keras om", teriaknya lagi.

"Kif, memek kamu kedutannya kenceng banget, enak banget Kif",
kataku sambil memompa kontolku keluar masuk memeknya, makin lama makin cepat. Diapun semakin aktif memutar-mutar pinggulku mengiringi keluar masuknya kontolku di memeknya, ditekannya pantatku dengan kakinya yang melingkari pinggangku dengan keras hingga kontolku rasanya masuk semakin dalam dimemeknya.

"Enak om", lenguhnya lagi.
Aku terus mengenjot sambil meremas toketnya, sesekali kuemut pentilnya. sampai akhirnya "Ooom"
jeritnya sambil menjepitkan pahanya kuat2. kontol terus kusodokan makin cepat dan akhirnya..Crot.. croot..croot.. Terasa sekali muncratnya pejuku dimemeknya."Nikmat sekali om".

Cerita Sex Ngentot Evi Jablay

PelangiQQ - Setelah 10thn menjalani rmh tangga dan telah dikaruniai 2 ank, tentunya kadang timbul kejenuhan dalam rmh tangga, untunglah karna kehidupan kami yang terbuka, kami dapat mengatasi rasa jenuh itu, termasuk dalam urusan seks tentunya.
awal dari segalanya adalah cerita dari istriku saat akan tidur, yang mengatakan bahwa evi tetangga depan rumah aq ternyata mempunyai suami yang impoten, aq agak terkejut tidak menyangka sama sekali, karna dilihat dari postur suaminya yang tinggi tegap rasanya tdk mungkin, memang yg aku tau mereka telah berumah tangga sekitar 5 tahun tapi blm dikaruniai seorang anakpun,

“bener pah, td evi cerita sendiri sm mama” kata istriku seolah menjawab keraguanku,
“wah, kasian banget ya mah, jadi dia gak bisa mencapai kepuasan dong mah?” pancingku
“iya” sahut istriku singkat

pikiran aku kembali menerawang ke sosok yg diceritakan istriku, tetangga depan rumahku yang menurutku sangat cantik dan seksi, aku suka melihatnya kala pagi dia sedang berolahraga di depan rumahku yang tentunya di dpn rumahku jg, kebetulan tempat tinggal aku berada di cluster yang cukup elite, sehingga tidak ada pagar disetiap rumah, dan jalanan bisa dijadikan tempat olahraga, aku perkirakan tingginya 170an dan berat mungkin 60an, tinggi dan berisi, kadang saat dia olahraga pagi aku sering mencuri pandang pahanya yang putih dan mulus karena hanya mengenakan celana pendek, pinggulnya yg besar sungguh kontras dengan pinggangnya yang ramping, dan yang sering bikin aku pusing adalah dia selalu mengenakan kaos tanpa lengan, sehingga saat dia mengangkat tangan aku dapat melihat tonjolan buah dadanya yg keliatannya begitu padat bergotang mengikuti gerakan tubuhnya.

Satu hal lagi yang membuat aku betah memandangnya adalah bulu ketiaknya yang lebat, ya lebat sekali, aku sendiri tidak mengerti kenapa dia tidak mencukur bulu ketiaknya, tapi jujur aja aku justru paling bernafsu saat melihat bulu ketiaknya yang hitam, kontras dengan tonjoilan buah dadanya yg sangat putih mulus. tapi ya aku hanya bisa memandang saja karna bagaimanapun juga dia adalah tetanggaku dan suaminya adalah teman aku. namun cerita istriku yang mengatakan suaminya impoten jelas membuat aku menghayal gak karuan, dan entah ide dari mana, aku langsung bicara ke istriku yang keliatannya sudah mulai pulas.

“mah” panggilku pelan
“hem” istriku hanya menggunam saja
“gimana kalau kita kerjain evi”
“hah?” istriku terkejut dan membuka matanya
“maksud papa?”
Aku agak ragu juga menyampaikannya, tapi karna udah terlanjur juga akhirnya aku ungkapkan juga ke istriku,

“ya, kita kerjain evi, sampai dia gak tahan menahan nafsunya”
“buat apa? dan gimana caranya?” uber istriku
lalu aku uraikan cara2 memancing birahi evi, bisa dengan seolah2 gak sengaja melihat, nbaik melihat senjata aku atau saat kamu ml, istriku agak terkejut juga
apalagi setelah aku uraikan tujuan akhirnya aku menikmati tubuh evi, dia marah dan tersinggung
“papa sudah gila ya, mentang2 mama sudah gak menarik lagi!” ambek istriku
tapi untunglah setelah aku beri penjelasan bahwa aku hanya sekedar fun aja dan aku hanya mengungkapkan saja tanpa bermaksud memaksa mengiyakan rencanaku, istriku mulai melunak dan akhirnya kata2 yang aku tunggu dari mulutnya terucap.

“oke deh pah, kayanya sih seru juga, tapi inget jangan sampai kecantol, dan jangan ngurangin jatah mama” ancam istriku.
aku seneng banget dengernya, aku langsung cium kening istriku. “so pasti dong mah, lagian selama ini kan mama sendiri yang gak mau tiap hari” sahutku.
“kan lumayan buat ngisi hari kosong saat mama gak mau main” kataku bercanda
istriku hanya terdiam cemberut manja.. mungkin juga membenarkan libidoku yang terlalu tinggi dan libidonya yang cenderung rendah.

keesokan paginya, kebetulan hari Sabtu , hari libur kerja, setelah kompromi dgn istriku, kami menjalankan rencana satu, pukul 5.30 pagi istriku keluar berolahraga dan tentunya bertemu dengan evi, aku mengintip mereka dari jendela atas rumah aku dengan deg2an,

setelah aku melihat mereka ngobrol serius, aku mulai menjalankan aksiku, aku yakin istriku sedang membicarakan bahwa aku bernafsu tinggi dan kadang tidak sanggup melayani, dan sesuai skenario aku harus berjalan di jendela sehingga mereka melihat aku dalam keadaan telanjang dengan senjata tegang, dan tidak sulit buatku karena sedari tadi melihat evi berolahraga saja senjataku sudah menegang kaku, aku buka celana pendekku hingga telanjang, senjataku berdiri menunjuk langit2, lalu aku berjalan melewati jendela sambil menyampirkan handuk di pundakku seolah2 mau mandi, aku yakin mereka melihat dengan jelas karena suasana pagi yang blm begitu terang kontras dengan keadaan kamarku yang terang benderang. tapi untuk memastikannya aku balik kembali berpura2 ada yang tertinggal dan lewat sekali lagi,

sesampai dikamar mandiku, aku segera menyiram kepalaku yang panas akibat birahiku yang naik, hemm segarnya, ternyata siraman air dingin dapat menetralkan otakku yg panas.

Setelah mandi aku duduk diteras berteman secangkir kopi dan koran, aku melihat mereka berdua masih mengobrol. Aku mengangguk ke evi yg kebetulan melihat aku sbg pertanda menyapa, aku melihat roma merah diwajahnya, entah apa yg dibicarakan istriku saat itu.
Masih dengan peluh bercucuran istriku yg masih keliatan seksi jg memberikan jari jempolnya ke aku yang sedang asik baca koran, pasti pertanda bagus pikirku, aku segera menyusul istriku dan menanyakannya
“gimana mah?” kejarku
istriku cuma mesem aja,
” kok jadi papa yg nafsu sih” candanya
aku setengah malu juga, akhirnya istriku cerita juga, katanya wajah evi keliatan horny saat dengar bahwa nafsu aku berlebihan, apalagi pas melihat aku lewat dengan senjata tegang di jendela, roman mukanya berubah.

“sepertinya evi sangat bernafsu pah” kata istriku.
“malah dia bilang mama beruntung punya suami kaya papa, tidak seperti dia yang cuma dipuaskan oleh jari2 suaminya aja”

“oh” aku cuma mengangguk setelah tahu begitu,
“trus, selanjutnya gimana mah? ” pancing aku
“yah terserah papa aja, kan papa yg punya rencana”
aku terdiam dengan seribu khayalan indah,
“ok deh, kita mikir dulu ya mah”

aku kembali melanjutkan membaca koran yg sempat tertunda, baru saja duduk aku melihat suami evi berangkat kerja dengan mobilnya dan sempat menyapaku
“pak, lagi santai nih, yuk berangkat pak” sapanya akrab
aku menjawab sapaannya dengan tersenyum dan lambaian tangan.
“pucuk dicinta ulam tiba” pikirku, ini adalah kesempatan besar, evi di rumah sendiri, tapi gimana caranya? aku memutar otak, konsentrasiku tidak pada koran tapi mencari cara untuk memancing gairah evi dan menyetubuhinya, tapi gimana? gimana? gimana?

sedang asiknya mikir, tau2 orang yang aku khayalin ada di dpn mataku,
“wah, lagi nyantai nih pak, mbak yeni ada pak?” sapanya sambil menyebut nama istriku
“eh mbak evi, ada di dalam mbak, masuk aja” jawabku setengah gugup
evi melangkah memasuki rumahku, aku cuma memperhatikan pantatnya yang bahenol bergoyang seolah memanggilku untuk meremasnya.

aku kembali hanyut dengan pikiranku, tapi keberadaan evi di rumahku jelas membuat aku segera beranjak dari teras dan masuk ke rumah juga, aku ingin melihat mereka, ternyata mereka sedang asik ngobrol di ruang tamu, obrolan mereka mendadak terhenti setelah aku masuk,
“hayo, pagi2 sudah ngegosip! pasti lagi ngobrolin yg seru2 nih” candaku
mereka berdua hanya tersenyum.

aku segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku, aku menatap langit2 kamar, dan akhirnya mataku tertuju pada jendela kamar yang hordengnya terbuka, tentunya mereka bisa melihat aku pikirku, karena di kamar posisinya lebih terang dari diruang tamu, tentunya mereka bisa melihat aku, meskipun aku tidak bisa melihat mereka mengobrol?

reflek aku bangkit dari tempat tidur dan menggeser sofa kesudut yg aku perkirakan mereka dapat melihat, lalu aku lepas celana pendekku dan mulai mengocok senjataku, ehmm sungguh nikmat, aku bayangkan evi sedang melihatku ngocok dan sedang horny, senjataku langsung kaku.
tapi tiba2 saja pintu kamarku terbuka, istriku masuk dan langsung menutup kembali pintu kamar.
“pa, apa2an sih pagi2 udah ngocok, dari ruang tamu kan kelihatan” semprot istriku
“hah?, masa iya? tanyaku pura2 bego.

“evi sampai malu dan pulang tuh” cerocosnya lagi, aku hanya terdiam,
mendengar evi pulang mendadak gairahku jadi drop, aku kenakan kembali celanaku.

sampai siang aku sama sekali belum menemukan cara untuk memancingnya, sampai istriku pergi mau arisan aku cuma rebahan di kamar memikirkan cara untuk menikmati tubuh evi,
” pasti lagi mikirin evi nih, bengong terus, awas ya bertindak sendiri tanpa mama” ancam istriku “mama mau arisan dulu sebentar”
aku cuma mengangguk aja,

5 menit setelah istriku pergi, aku terbangun karna di dpn rumah terdengar suara gaduh, aku keluar dan melihat anakku yg laki bersama teman2nya ada di teras rumah evi dengan wajah ketakutan, aku segera menghampirinya, dan ternyata bola yang dimainkan anakku dan teman2nya mengenai lampu taman rumah evi hingga pecah, aku segera minta maaf ke evi dan berjanji akan menggantinya,
anakku dan teman2nya kusuruh bermain di lapangan yg agak jauh dari rumah,
“mbak evi, aku pamit dulu ya, mau beli lampu buat gantiin” pamitku
“eh gak usah pak, biar aja, namanya juga anak2, lagian aku ada lampu bekasnya yg dari developer di gudang, kalau gak keberatan nanti tolong dipasang yang bekasnya aja”
aku lihat memang lampu yang pecah sudah bukan standar dr developer, tapi otakku jd panas melihat cara bicaranya dengan senyumnya dan membuat aku horny sendiri.
“kalau gitu mbak tolong ambil lampunya, nanti aku pasang” kataku
“wah aku gak sampe pak, tolong diambilin didalam” senyumnya.

kesempatan datang tanpa direncanakan, aku mengangguk mengikuti langkahnya, lalu evi menunjukan gudang diatas kamar mandinya, ternyata dia memanfaatkan ruang kosong diatas kamar mandinya untuk gudang.
“wah tinggi mbak, aku gak sampe, mbak ada tangga?” tanyaku
“gak ada pak, kalau pake bangku sampe gak” tanyanya
“coba aja” kataku
evi berjalan ke dapur mengambil bangku, lambaian pinggulnya yang bulat seolah memanggilku untuk segera menikmatinya, meskipun tertutup rapat, namun aku bisa membayangkan kenikmatan di dalam dasternya.
lamunanku terputus setelah evi menaruh bangku tepat didepanku, aku segera naik, tapi ternyata tanganku masih tak sampai meraih handle pintu gudang,

“gak sampe mba” kataku
aku lihat evi agak kebingungan,
“dulu naruhnya gimana mbak? ” tanyaku
“dulu kan ada tukang yang naruh, mereka punya tangga”
“kalau gitu aku pinjem tangga dulu ya mba sama tetangga”
aku segera keluar mencari pinjaman tangga, tapi aku sudah merencanakan hal gila, setelah dapat pinjaman tangga aluminium, aku ke rumah dulu, aku lepaskan celana dalamku, hingga aku hanya mengenakan celana pendek berbahan kaos, aku kembali ke rumah evi dgn membawa tangga, akhirnya aku berhasil mengambil lampunya. dan langsung memasangnya, tapi ternyata dudukan lampunya berbeda, lampu yang lama lebih besar, aku kembali ke dalam rumah dan mencari dudukan lampu yg lamanya, tp sudah aku acak2 semua tetapi tidak ketemu jg, aku turun dan memanggil evi, namun aku sama sekali tak melihatnya atau sahutannya saat kupanggil, “pasti ada dikamar: pikirku “wah bisa gagal rencanaku memancingnya jika evi dikamar terus”
aku segera menuju kamarnya, namun sebelum mengetuknya niat isengku timbul, aku coba mengintip dari lubang kunci dan ternyata….

aku dapat pemandangan bagus, aku lihat evi sedang telanjang bulat di atas tempat tidurnya, jari2nya meremas buah dadanya sendiri, sedangkan tangan yang satunya menggesek2 klitorisnya, aku gemetar menahan nafsu, senjataku langsung membesar dan mengeras, andai saja tangan aku yang meremas buah dadanya… sedang asik2nya mengkhayal tiba2 evi berabjak dari tempat tidurnya dan mengenakan pakaian kembali, mungkin dia inget ada tamu, aku segera lari dan pura2 mencari kegudang, senjataku yang masih tegang aku biarkan menonjol jelas di celana pendekku yang tanpa cd.
“loh, nyari apalgi pak?” aku lihat muka evi memerah, ia pasti melihat tonjolan besar di celanaku
“ini mbak, dudukannya lain dengan lampu yang pecah” aku turun dari tangga dan menunjukan kepadanya, aku pura2 tidak tahu keadaan celanaku, evi tampak sedikit resah saat bicara.
“jadi gimana ya pak? mesti beli baru dong” suara evi terdengar serak, mungkin ia menahan nafsu melihat senjataku dibalik celana pendekku, apalagi dia tadi sedang masturbasi.

aku pura2 berfikir, padahal dalam hati aku bersorak karena sudah 60% evi aku kuasai, tapi bener sih aku lagi mikir, tapi mikir gimana cara supaya masuk dalam kamarnya dan menikmati tubuhnya yang begitu sempurna??

“kayanya dulu ada pak. coba aku yang cari” suara evi mengagetkan lamunanku, lalu ia menaiki tangga, dan sepertinya evi sengaja memancingku, aku dibawah jelas melihat paha gempalnya yang putih mulus tak bercela, dan ternyata evi sama sekali tidak mengenakan celana dalam, tapi sepertinya evi cuek aja, semakin lama diatas aku semakin tak tahan, senjataku sudah basah oleh pelumas pertanda siap melaksanakan tugasnya,

setelah beberapa menit mencari dan tidak ada juga, evi turun dari tangga, tapi naas buat dia ( Atau malah sengaja : ia tergelincir dari anak tangga pertama, tidak tinggi tapi lumayan membuatbya hilang keseimbangan, aku reflek menangkap tubuhnya dan memeluknya dari belakang, hemmm sungguh nikmat sekali, meskipun masih terhalang celana dalam ku dan dasternya tapi senjataku dapat merasakan kenyalnya pantat evi, dan aku yakin evi pun merasakan denyutan hangat dipantatnya, “makasih pak” evi tersipu malu dan akupun berkata maaf berbarengan dgn ucapan makasihnya
“gak papa kok, tapi kok tadi seperti ada yg ngeganjel dipantatku ya”?” sepertinya evi mulai berani, akupun membalasnya dgn gurauan,
“oh itu pertanda senjata siap melaksanakan tugas”
“tugas apa nih?” evi semakin terpancing
aku pun sudah lupa janji dgn istriku yang ga boleh bertindak tanpa sepengetahuannya, aku sudah dikuasai nafsu
“tugas ini mbak!” kataku langsung merangkulnya dalam pelukanku
aku langsung melumat bibirnya dengan nafsu ternyata evipun dengan buas melumat bibirku juga, mungkin iapun menunggu keberanianku, ciuman kami panas membara, lidah kami saling melilit seperti ular, tangan evi langsung meremas senjataku, mungkin baru ini dia melihat senjata yang tegang sehingga evi begitu liar meremasnya, aku balas meremas buah dadanya yang negitu kenyal, meskipun dari luar ali bisa pastiin bahwa evi tidak mengenakn bra, putingnya langsung mencuat, aku pilin pelan putingnya, tanganku yang satu meremas bongkahan pantatnya yang mulus, cumbuan kami semakin panas bergelora
tapi tiba2

“sebentar mas!” evi berlari ke depan ternyata ia mengunci pintu depan, aku cuma melongo dipanggil dengan mas yang menunjukan keakraban
“sini mas!” ia memanggilku masuk kekamarnya
aku segera berlari kecil menuju kamarnya, evi langsung melepas dasternya, dia bugil tanpa sehelai benangpun di depan mataku. sungguh keindahan yang benar2 luar biasa, aku terpana sejenak melihat putih mulusnya badan evi. bulu kemaluannya yang lebat menghitam kontras dengan kulitnya yg bersih. lekuk pinggangnya sungguh indah.
tapi hanya sekejab saja aku terpana, aku langsung melepas kaos dan celana pendekku, senjataku yang dari tadi mengeras menunjuk keatas, tapi ternyata aku kalah buas dengan evi. dia langsung berjongkok di depanku yang masih berdiri dan melumat senjataku dengan rakusnya,

lidahnya yang lembut terasa hangat menggelitik penisku, mataku terpejam menikmati cumbuannya, sungguh benar2 liar, mungkin karna evi selama ini tidak pernah melihat senjata yang kaku dan keras, kadang ia mengocoknya dengan cepat, aliran kenikmatan menjalari seluruh tubuhku, aku segera menariknya keatas, lalu mencium bibirnya, nafasnya yang terasa wangi memompa semangatku untuk terus melumat bibirnya, aku dorong tubuhnya yang aduhai ke ranjangnya, aku mulai mengeluarkan jurusku, lidahku kini mejalari lehernya yang jenjang dan putih, tanganku aktif meremas2 buah dadanya lembut, putingnya yang masih kecil dan agak memerah aku pillin2, kini dari mataku hanya berjarak sekian cm ke bulu ketiaknya yang begitu lebat, aku hirup aromanya yang khas, sungguh wangi. lidahku mulai menjalar ke ketiak dan melingkari buah dadanya yang benar2 kenyal,

dan saat lidahku yang hangat melumat putingnya evi semakin mendesah tak karuan, rambutku habis dijambaknya, kepalaku terus ditekan ke buah dadanya. aku semakin semangat, tidak ada sejengkal tubuh evi yang luput dari sapuan lidahku, bahkan pinggul pantat dan pahanya juga, apalagi saat lidahku sampai di kemaluannya yang berbulu lebat, setelah bersusah payah meminggirkan bulunya yang lebat, lidahku sampai juga ke klitorisnya, kemaluannya sudah basah, aku lumat klitnya dengan lembut, evi semakin hanyut, tangannya meremas sprey pertanda menahan nikmat yang aku berikan, lidahku kini masuk ke dalam lubang kemaluannya, aku semakin asik dengan aroma kewanitaan evi yang begitu wangi dan menambah birahiku,
tapi sedang asik2nya aku mencumbu vaginanya, evi tiba2 bangun dan langsung mendorongku terlentang, lalu dengan sekali sentakan pantatnya yang bulat dan mulus langsung berada diatas perutku, tangannya langsung menuntun senjataku, lalu perlahan pantatnya turun, kepala kemaluanku mulai menyeruak masuk kedalam kemaluannya yang basah, namun meskipun basah aku merasakan jepitan kemaluannya sangat ketat. mungkin karna selama ini hanya jari saja yang masuk kedalam vaginanya,

centi demi centi senjataku memasuki vaginanya berbarengan dengan pantat evi yang turun, sampai akhirnya aku merasakan seluruh batang senjataku tertanam dalam vaginanya, sungguh pengalaman indah, aku merasakan nikmat yang luar biasa dengan ketatnya vaginanya meremas otot2 senjataku, evi terdiam sejenak menikmati penuhnya senjataku dalam kemaluannya, tapi tak lama, pantatnya yang bahenl dan mulus nulaik bergoyang, kadang ke depan ke belakang, kadang keatas ke bawah, peluh sudah bercucuran di tubuh kami, tanganku tidak tinggal diam memberikan rangsangan pada dua buah dadanya yang besar, dan goyangan pinggul evi semakin lama semakin cepat dan tak beraturan, senjataku seperti diurut dengan lembut, aku mencoba menahan ejakulasiku sekuat mungkin, dan tak lama berselang, aku merasakan denyutan2 vagina evi di batang senjataku semakin menguat dan akhirnya evi berteriak keras melepas orgasmenya, giginya menancap keras dibahuku…

evi orgasme, aku merasakan hangat di batang senjataku, akhirnya tubuhnya yang sintal terlungkup diatas tubuhku, senjataku masih terbenam didalam kemaluannya,
aku biarkan dia sejenak menikmati sisa2 orgasmenya
setelah beberapa menit aku berbisik ditelinganya, “mba, langsung lanjut ya? aku tanggung nih”

evi tersenyum dan bangkit dari atas tubuhku, ia duduk dipinggir ranjang, “makasih ya mas, baru kali ini aku mengalami orgasme yang luar biasa” ia kembali melumat bibirku.aku yang masih terlentang menerima cumbuan evi yang semakin liar, benar2 liar, seluruh tubuhku dijilatin dengan rakusnya, bahkan lidahnya yang nakal menyedot dan menjilat putingku, sungguh nikmat, aliran daraku seperti mengalir dengan cepat, akhirnya aku ambil kendali, dengan gaya konvensional aku kemabli memasukkan senjataku dalam kemaluannya, sudah agak mudah tapi tetap masih ketat menjepit senjataku, pantatku bergerak turun naik, sambil lidahku mengisap buah dadanya bergantian, aku liat wajah evi yang cantik memerah pertanda birahinya kembali naik, aku atur tempo permainan, aku ingin sebisa mungkin memberikan kepuasan lebih kepadanya, entah sudah berapa gaya yang aku lakukan, dan entah sudah berapa kali evi orgasme, aku tdk menghitungnya, aku hanya inget terakhir aku oake gaya doggy yang benar2 luar biasa, pantatnya yang besar memberikan sensasi tersendiri saat aku menggerakkan senjataku keluar masuk.

dan memang aku benar2 tak sanggup lagi menahan spermaku saat doggy, aku pacu sekencang mungkin, pantat evi yang kenyal bergoyang seirama dengan hentakanku,
tapi aku masih ingat satu kesadaran “mbak diluar atau didalam?” tanyaku parau terbawa nafsu sambil terus memompa senjataku

evipun menjawab dengan serak akibat nafsunya ” Didalam aja mas, aku lagi gak subur”
dan tak perlu waktu lama, selang beberapa detik setelah evi menjawab aku hentakan keras senjataku dalam vaginanya, seluruh tubuhku meregang kaku, aliran kenikmatan menuju penisku dan memeuntahkan laharnya dalam vagina evi, ada sekitar sepuluh kedutan nikmat aku tumpahkan kedalam vaginanya, sementara evi aku lihat menggigit sprey dihadapannya, mungkin iapun mengalami orgasme yg kesekian kalinya.

Cerita Ngentot Ibu Bejat Paling Nafsu

PelangiQQ - Perkenalkan nama saya yogi ,umur saya 22th ,tnggi badan 171cm berat 65kg. Saya beruntung sekali karena di karuniai tuhan dengan tubuh yang atletis dan kulit yang bersih. Tapi di balik semua kelebihan yang saya punya ,saya pun memiliki kelainan sex yaitu saya lebih suka dengan wanita dengan yang sudah berumur. Di lingkungan tempat saya tinggal banyak sekali ibu-ibu yang menurut saya tubuhnya menggiurkan salah satunya ibu retno yang sangat menggairahkan , sampai akhirnya saya terlibat affair dengannya. begini kisah saya dengan bu retno.



Di usianya yang 47th namun tubuh bu retno sangat ,sangat sexy sekaliii. Kulitnya putih bersih dan bentuk pinggul dan payudaranya sangat montok sekali ,payudaranya yang berukuran 38c sangat menantang di balik bra nya ,pinggulnya yang membulat serta pantat yang montok sekali membuatku deg-degan saat melihat dia memakai jeans ketat dan baju yang hendak mencetak lekukkan tubuhnya ,tingginya 164cm/55kg. Ah istri pak mardi ini memang sangat menggairahkan walaupun sudah memiliki 3 anak tapi dia pandai merawat tubuhnya dengan senam aerobik tiap sabtu.

Suatu pagi yaitu hari sabtu tepatnya ,saya melihat bu retno baru mau berangkat senam di antar oleh suaminya juga. Lalu saya bertekad pada pagi itu bahwa saya harus bisa bersetubuh dengan bu retno yang semok dan mulus itu ,hingga akhirnya beliau pulang dari senam saat itu pukul 9pagi ,tapi anehnya bu retno tidak di dampingi oleh suaminya pak mardi itu. Wah ini dia kesempatan saya untuk bisa merasakan memek dia ,lalu saya menegurnya. - Sakong

“selamat pagi bu retno.”sapaku
“eh yogi ,tumben nih pagi2 udah bangun.”
“yah namanya juga pengangguran bu ya harus bangun pagi dong supaya rejeki ga di ptok ayam.”
“bisa aja kamu tuh”sahutnya sambil tersenyum ke arah ku

kemudian dia masuk ke dalam rumahnya ,ohh alangkah indahnya goyangan pantatnya yang bergetar seiring langkahnya. Ah sial pikiranku makin tak karuan saja melihat bentuk sintal tubuhnya ,lalu saya nekad mendatangi rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan ketiga anak2nya apabila dia menanyakan saya. Lalu saya ketuk pintu rumah dia dan tak lama dia pun membuka pintunya.

“oh yogi ,ada apa tho ?”tanya dia
“engga ko bu, saya cuma mau main ps sama anak2 ibu soalnya udah lama saya tidak bermain ps dengan mereka.”jawabku dengan berbohong
“ya sudah ayo masuk”

lalu akupun masuk ke dalam rumahnya dan menjumpai anak2ya yang sedang main ps

“mas yogi main ps yuk.”ajak reza anak pertama bu retno yang baru kelas 2sd
“ok”

kamipun asik bermain ps ,sementara kedua adiknya jaka & arlan asik menoton kami yang sedang main ps bareng. bu retno pun asik menonton kami juga, lalu saya pun menyudahi main ps dan duduk di samping bu retno . - Capsa Susun

“yah payah kamu yogi masa main sama anak saya kalah !!..hahaha”ledek bu retno kepadaku
“tapi klo ibunya ,pasti bisa saya kalahin deh.”
“hussh,,ngaco kamu yog. mana bisa aku main ps.”
“iya ibu emang bukan jago main ps tapi ibu jago main yang lain ..hehehe ”
“main apa tuh ? “tanya bu retno
“main pacuan kuda sama pak mardi ..hahahaha bercanda lho bu ”
“yeee,, klo itu sii aku ahlinya yog malah bapaknya anak2 suka loyo duluan .hiks,hiks,hiks..”

Tertawa bu Retno sexy sekali kedengaranya.
ah ternyata dia sudah masuk dalam jebakan ku ,lalu obrolanku tambah kuperpanas lagi agar dia terpancing dengan obrolan ku ini.

“wah enak ya jd pak mardi punya istri cakep ,bahenol ,baik lagi.”
“ah kamu ini bisa aj sii .”muka nya bu retno memerah
“serius lho bu ,aku aja suka,,mmmm…”aku menghentikan kata2ku takut dia marah dan menggap ku sudah terlalu jauh.

tapi dugaanku salah ,ternyata dia malah semakin penasaran menanyaiku

“suka apa hayo yogi. ”
“suka curi2 pandang sama ibu,,maaf lho bu. ”
“hussh ojo ngawur kowe yogi ,,masa aku yang sudah tua masih kamu liatin juga.”
“tapi wajah dan body ibu masih sangat menarik lho bu.”rayuku

ohh bu retno nampak sangat sexy pagi itu karena pakaian senamnya belum di ganti. Celana senam berwarna merah jambu melekat di tubuhnya serta garis celana dalam serta memek bu retno ikut tercetak ,baju senamnya yang berwarna kuning dengan belahan dada agak rendah sehingga belahan payudaranya sangat jelas terlihat. oohhh putihnya belahan itu ,ingin rasanya aku menjamahnya dan menghisap pentilnya tersebut. Lalu ku beranikan diri duduk lebih dekat dengan bu retno sehingga paha kiriku menempel dengan paha kanannya.

“aduhh yogi duduknya ke sana dikit dong kan sempit.”pintanya
“bu ,aku sudah lama ingin dekat2 seperti ini dengan ibu retno ,tapi saya nggak enak sama pak mardi.”
“iyaa ,,tapi klo pak mardi pulang gimana ?”
“kita lakukkan saja disini bu ,jadi nanti kta bisa tau motor suami ibu pada saat dia pulang nanti.”
“ojo ngawur kowe tho masa begituan di depan anakku sih,, emoh aku ah.”
“kita lakukkan di belakang sofa saja bu ,gimana ? ”
“tapi sebentar saja ya,,aku wedi nek bapakne anak2 muleh ?”
“iya bu,ayo”

lalu aku dan dia tiduran di atas karpet tapi di belkang sofa supaya anak2nya tidak melihat.

“nggak usah telanjang ya ,supaya gampang rapih2nya klo nanti mas wardi pulang.”

lalu kamipun mulai berciuman secara perlahan namun lama2 semakin liar. Wah bu retno pintar sekali dalam berciuman. - Bandar Poker

“mmmmpphmphh…,,mmmphhphh,,ahh,ahh ayo yogi cepet masukin kontolmu.”
wah ternyata dia type wanita yang tidak suka berlama2 dalam pemanasan atau dia takut suaminya pulang.? ahh perduli setan yang penting saya akan entot dia habis2an pagi ini.

“ayo yogi bukain celanaku.”pinta bu retno
“iya sayang.”

lalu dengan cepat ku tarik celana senamnya serta celana dalamnya sekaligus ,dan ku arahkan kontol ku yang ngaceng berat ke arah memeknya yang lebat dengan jembut.
sleeeppp,sleeppp.blessssssss amblaslah kontolku di dalam liang vaginanya.

“ahh,ahh,duu,duhhhh kontolmu enak tenan yogi ahhhhh”desahnya berbisik di telinga ku
“memekmu juga enakk ahhh,ahhh ….”balasku di telinganya
plokk,plokk,plokk,plakk,plakkk,slleeb.slleb begitulah bunyi peraduan kelamin kami.

“yogiihh,,ahh.ahh.ohhhh kocok ter,,,,terussshh ahhh,,ohh,ohh tempikku,”desah bu retno
“ohhhh…ohhh,ohhhhhh bu retnooo memek kamuu ahh,ahh,uhhhhh,uhhh njepit banged.”sahutku

kocokanku pada memeknya lama2 semakin bertambah kencang seiring nafsu ku yang sudah di ubun2. Bu retno pun tak mau kalah dengan ku ,dia menggoyangkan pinggulnya berputar-putar dan itu membuat kontolku seperti di remas2. Oh semakin semangat menyodok kontolku di memeknya.

“ahhh ,ahhh….hisap tetekku dong yog ahhh,ahhh.”pinta bu retno
“slurrrrpp,slurrrpp, ahhh ,ahhh bu retno nungging yah.?pintaku karna saya bosan dengan gaya konvesional saja.

kemudian kami pun berganti posisi nungging tanpa mencabut penis saya dari memek bu retno. Dan arah kepala bu retno menghadap ke anak2nya ,lalu saya sodok memeknya dari belakang dengan keras dan membuat tubuh bu retno berguncang dengan keras dan saya tepuk2 pantatnya yang sangat bulat menantang,,PLAKK,PLAKK,PLAKK keras sekali pantat bu retno ku tepuk2. sehingga pantat bu retno yang putih jadi memerah. - AduQ

Dan bu retno hanya menggit bibir bawahnya dengan giginya untuk menhindari agar anank2nya tida melihat. (Ah andaikan kalian tau apa yang sedang saya lakukkan dengan ibu kalian yg bejad ,akan ku garap habis2an ibu kalian)pikir ku dalam hati. Saat kami sedang asik menggoyang tiba2 aziz anak bungsu bu retno yang berumur 4tahun melihat aktifitas kami ,dan bu retno berhenti bergoyang sdangkan aku tetap saja menyodok vaginanya..lalu ku bisikkan ke telinganya

“tenang saja bu, aziz belum mengerti apa yang sedang kita lakukkan saat ini.”
“ahh,ahh,tapi aku risih ahhh,ahhh….uhhhh,uh.”desahnya tak hentinya keluar dari mulutnya karena saya tanpa ampun menyodok memek istri pak mardi ini.

“buu aziz mau makann”rengek aziz minta makan sama ibunya yang sedang ku genjot ini.
“ahhh,ahhh reza ayoo ambilkann adiknyya makan ,,ibu lagiii,,lagiiii senammm ,ahh,ahh ayo lekass reza,,..ahh,ahh yang kenceng lagi dong yogi entonya ahhh,,ahhh….”
“iia bu.”jawab reza sinkat karena dia memang menurut sekali dengan ibunya tapi dia sempat melihat kami dan ibu nya meloti dia dan bilang

“ayo cepat ambilkan adikmu makan ,,ahhh,ahhh,ahh jangan lihat apa yang sedang ibu lakukkan dengan ,,ahh,,uhhh,duuhh dengan mas nataaaaa……”

hahaha dasar ibu bejad dia sampai lupa dengan anaknya saat sedang ku entott,,wow bu retno memang luar biasa ..batinku berkata pada bu retno.

“ahhh…ahhh.ahhh cepat kita selesaikan sekarang uhhh,,uhhh perrrr,,,permainaaan iniii ahhh,ahhh….nanti suamiku kburu pulang.
“iya saaaayaanng..ahhh.ahhh…”
PLAKKKK,PLAKKK,PLOKKK,PLOKK,PLOKK,CLEBBB,CLEBB bunyinya lemin kami semakin keras karena sya ingin cepat2 selesai sebelum pak mardi pulang.

“aahhhh…ahhhh bu akuu mmaaau kkkeluuaarrr…. nihhh..,,dii dalllem ahhhh…ahhhh apa di luuuarrrr bu retnoooo….?tanyaku karena saya merasa pejuku sudah mau keluar
“ahhhh…uhhh..uuhhhhh teeeerrserrah…kaaammmu sssaaaaayannng…” sahut bu retno

lalu goyanganku jadi tidak beraturan lagi dia pun juga sepertinya mau orgasme karena goyangan pinggulnya juga tidak terkendali lagi.

“ARRRRRGGGGHHHHHHH” teriak kami bersamaan pada saat kami ejakulasi bersamaan
“ahhh…ahhh adduhh buu ennak banged memek bu retno huuh,huuh..” aku memujinya saat nafas ku belum teratur benar.
“kontolmu juga enakk tenan lho yogi,,eh ayo cepat cabut ntar keburu suamiku pulang”perintah bu retno.